jump to navigation

My first hijab December 23, 2012

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags: ,
2 comments

Alhamdulillah, 1 year has passed. That time, on mother’s day ceremony at my office,  I was wearing light yellow kebaya with same colour hijab. Hope with this I can be better than before. My friends said “always be istiqomah”. And I’m going to do so, InsyaAllah.

chika - 1st hijab

I love you, Mom December 23, 2012

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags: ,
1 comment so far

You have no idea how happy I’m to spend time talking with you on mother’s day.

Mom, thank you for your advice, your lead, your care, your cherish, your smile, your share, your patience, your sacrifice, everything..

I doubt I could repay your kindness for my entire life.

I can only pray to God to ask His bless for you, eternally.

Me and Mom

 

With love,

your daughter

1.1 May 8, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
add a comment

Permasalahan yang seperti untaian DNA kusut itu menstimulus emosiku untuk mendidih
Ritme sirkadianku terganggu
Responku menggambarkan penyimpangan perilaku
Hingga suatu waktu ku membaca suatu surat
Hormon oksitosinku serasa mengalir deras dalam tubuhku
Aku merasakan relaksasi yang luar biasa
Yang kutunggu akhirnya datang juga
Setelah mengingat kembali memori jangka panjang itu,
Aku baru sadar kalau aku telah amnesia
Seharusnya aku berterima kasih kepadamu
Kau telah mengingatkanku atas angka 1.1

Berkeluh kesah April 15, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags: ,
add a comment

Pagi ini, Tamu yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh seantero kantor, akhirnya tiba. Berbagai persiapan telah dipersiapkah sehari sebelumnya. Rumput dirapikan, kebersihan ruangan menjadi jauh lebih diperhatikan, dan para pegawai mulai sedikit menyibukkan diri mengomentari rencana kedatangan tamu yang cukup diagungkan tersebut.

Pertemuan pagi ini sedikit spesial, dari snack yang disediakan yang tidak seperti biasanya, sampai kepada para pegawai yang begitu perduli untuk tidak lupa memakai tanda pengenal. Hari ini, semua tampak berbeda.

Satu hal yang dirasakan cukup menarik untuk dibagi adalah ketika Tamu tersebut membagikan pengalaman hidupnya kepada kami.

“Ada yang senang, ada juga yang sedihnya!” kata Tamu tersebut.

“Jangan pernah mengeluh, sepelik apapun permasalahan hidup yang dialami. Karena tidak ada yang bisa diubah dengan mengeluh.”

Kalimat yang menarik, menurut saya. Terlebih ketika sebagian orang yang saya kenal, bahkan diri saya sendiri seringkali mengeluhkan sesuatu hal karena terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Gaji yang dirasakan tidak sesuai, tidak memiliki kesempatan menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang diinginkan, pekerjaan yang diberikan terlalu banyak, makanan yang dibeli terasa kurang enak, bla.. bla.. bla.. Mengeluh, mengeluh, mengeluh lagi.

Bukankah apabila kita selalu melihat ke atas, leher kita akan terasa sakit.

Membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain. Dan ketidakpuasaan dengan apa yang telah kita miliki itu sendiri pun yang seringkali mendorong kita untuk tidak pernah puas dengan apa yang ada.

Keluh kesah hanya akan membuat kita merasa semakin payah dengan kondisi yang telah payah, ditambah dengan bercerita ke sana ke mari perihal kepayahan kita kepada orang lain, yang alih-alih akan mendapatkan pencerahan malah membuat kita terlihat lebih payah di mata orang lain tersebut.

Tak bisa dipungkiri, kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya sangat lah dibutuhkan, mengingat kita sebagai makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari peran orang lain di sekitar kita. Akan tetapi, tetap harus bisa kita bedakan antara berkomunikasi dan berkeluh kesah yang dapat memiliki dampak berbeda baik bagi si pemberi dan si penerima itu sendiri.

Mencoba berpikir positif terhadap apa yang telah diberikan kepada kita. Misalnya, di satu sisi kita mengeluhkan gaji kita yang telah tidak lagi sesuai dengan gaya hidup dan tuntutan perkembangan zaman, kita selayaknya dahulu bersyukur bahwa di tempat lain ada begitu banyak orang yang masih sibuk berkutat dengan surat-surat lamaran pekerjaan yang mereka masukkan ke instansi-instansi yang membutuhkan pegawai.

Ada begitu banyak hal yang bisa kita syukuri. Ada begitu banyak keberuntungan yang kita miliki, seandainya saja kita bisa dan mau melihat lagi dan menghargainya. Cobalah melihat ke bawah sekali-sekali, dan kau akan merasa beruntung karena telah dilahirkan.

Just reposted from http://filsafat.kompasiana.com/2011/04/15/apa-yang-bisa-diperoleh-dengan-berkeluh-kesah/

Difference between men and women in handling commitments January 30, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags: , , ,
11 comments

Why Women Want Commitment And Men Dread It ???
In a relationship the woman wants commitment and the man dreads from the big ‘C’ (commitment). There are a lot of ‘relationship experts’ who have hundreds of cure for men to turn from commitment-phobic to commitment devotee, but none works. The men have just one problem with the women, that is, commitment.

Commitment to one woman doesn’t exist in a man’s dictionary! We men are admirers of ‘women’, not ‘a woman’, though there are some exceptions where the man commits himself to a woman right from the start. The majority of the men, however, just accept sticking to one woman, quite late.

Men are labeled dogs because they hop from one woman to another time and again. We are pure admirers of beauty; we just can’t resist the womankind. Besides, if the man leaves a woman for another woman, then the woman should blame the woman! Competition is always there. It’s not the man’s fault! We are weak creatures. We are either in search of new adventures (men who actively search for new women) or just plain curious (when a woman approaches us).

Anyway, enough of this stupid justification! Why are men the way they are? Why are women the way they are? I have a simple answer!

A girl grows up to be a woman with stories of a (mark it’s ‘a’) prince charming on a white horse who will sweep her off the feet and they’ll live happily ever after in their magical kingdom. Right?

The story for the boys is a little twisted!

A boy grows up to be a man with stories of Casanova stealing the hearts of so many women. (Please mark, its ‘women’) For a man, Hugh Hefner (Playboy founder) is the ultimate MAN!!! (For obvious reasons – Playboy mansion full of young girls strutting in their birthday suits!!! It can’t better than this) Men all over the world are just proud of Mr. Hef for living an ultimate man’s life! FYI, he is 80 and currently has 6 Playboy bunnies as his girlfriends with an average age of less than 20!

So you see, the basic psychology towards the opposite gender is completely opposite! Women want one man and men can’t think of being with just one!

So men and women, lets not blame each other! Let’s blame the society for putting stories into our head which messes us up. (:p)

As a girl (not woman yet), I don’t blame if men always think of being with many women. But a REAL “MAN” will only be with one “WOMAN” for the rest of his life.

No offense, just reposted from: http://aamirayubi.blogspot.com/2010/10/why-women-want-commitment-and-men-dread.html

What a day January 12, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags:
2 comments

Bon soir, mes amis!!
Sambil ditemani bandrek coklat plus krimer dan bala-bala, saya ingin sharing apa yang saya lihat dan alami di hari ini.. Yah,, kalo tulisannya rada ngawur, sori aja ya,, maklum ini mata udah 3 watt..

Sesuai kesepakatan dengan partner kerja, hari ini kami akan pergi sebangunnya. Maksudnya, kalo bangun pagi ya berangkat pagi, kalo bangun siang ya berangkat siang. Jadwal kerja kami hari ini fleksibel kok. Tapi sayang sekali sang partner sedang sakit, jadi hari ini terpaksa solo karir.. huhu..*cepet sembuh ya kak*
Setelah saya solat subuh, dengan tumbennya saya tidak tidur lagi. Dan dengan rajinnya saya menonton Gossip Girl, dan juga MENCUCI pakaian.. pembuka hari yang oke banget kan??
Tak terasa sudah hampir tengah hari, dan dua episode GG pun ditamati. Waktunya berangkat ke kampus, walaupun sempat salah urat di leher. *kok saya kayak manula sih, dikit-dikit salah urat*

Ternyata kerjaan di lab hari ini banyak juga.. Tapi hasilnya gak keliatan.. Ya iyalah, semua larutan yang dipakai warnanya bening semua, volumenya dalam ukuran mikroliter pula. Dannnn, akhirnya saya merasakan ke-bete-an akibat gel agarose yang saya gunakan untuk elektroforesis RNA sangat merah, akibat terlalu banyak EtBr. Jadi hasilnya teraaaaaaaaaaaaaaaaaaang bangeeeeeeeeetttttttttt kalo didedahkan di bawah sinar UV. Kan RNA-nya jadi gak keliatan.. hiks hiks..
Jadinya saya merasa sia-sia mengerjakan semua ini hingga malam. Ohya, berhubung jadwal kuliah belum dimulai, kampus saya sepiiii banget., padahal baru adzan isya. Jadi agak gimanaaa gitu melewati kanopi dan lorong-lorong dalam kampus. Spooky abis! Rasanya dari lab sampai gerbang depan aja gak nyampe-nyampe.. T____T

Karena saya merasa saaangat lapar, saya mampir di tempat makan (yang biasa dipake nongkrong sama saya dan teman-teman saya) bernama D*ilingga untuk memesan telur setengah matang. Kenapa saya memilih menu ini? karena praktis untuk dimakan (gak usah dikunyah-kunyah), tapi kandungan proteinnya tinggi. Ternyata masak telurnya lumayan lama, dan saya sendiri gitu pelanggannyaaaa.. yang lain si mas-masnya,, plus mamang-mamang di warung depan. Krikk.. krikk..
Tiba-tiba mamang-mamang di depan mengeluarkan suara “ssssttt.. sssttt” (red: suara buat godain cewe-cewe di jalanan). Huaaa saya semakin males dan mencari-cari kesibukan. Akhirnya saya minta telpon orang, eh sinyalnya disko tralala, jadi aja orang yang diajak nelpon malah “hah heh hah heh”. Makin males deeehhh..
Tapi saya tadi ge-er sih. Siapa tau si mamang-mamang itu emang bukan gangguin saya. Hihi
Dan akhirnya dua telur 1/2 matang datang. Saya santap dalam 2 menit, bayar, lalu pulang.

Saya pulang ke rumah menggunakan angkutan kota a.k.a angkot. Selama di perjalanan, saya banyak menemukan fenomena yang menurut saya AMAZING.
Waktu saya naik angkot yang pertama, ada beberapa bocah pengamen yang “nangkel” di pintu, ngikut naik angkot tapi gak bayar. Dan mereka merokok. Cih.
Beberapa meter setelah saya naik, ada seorang bapak yang mau naik juga. Tapi si bapak gak jadi naik ternyata, beliau berkata “saya gak mau naik kalau ada yang merokok”, sambil melempar pandangan pada bocah-bocah pengamen itu. Akhirnya bocah-bocah itu turun, tapi si bapak tetap gak mau naik angkot yang saya tumpangi. Si bapak sensitif banget sama asap rokok kali ya.. Wah,, coba kalo di dunia ini kayak bapak semua, ga suka yang berbau rokok, sehat walafiat deh kita.. Insya Allah…

Beberapa ratus meter kemudian saya melihat seorang lelaki sedang memanggul beban banyak di bahunya, dan ternyata beban itu adalah sapu. Rupanya malam-malam masih ada yang jualan sapu keliling. Tapi, setelah saya perhatikan lagi, beliau menggunakan tongkat untuk menyangga kaki kanannya yang cedera. Entah cedera apa, sudah terlalu gelap jadi saya tidak bisa melihat jelas. Entah kenapa, saya merasa tertohok melihatnya. Bapak itu masih semangat mencari nafkah di malam hari, walaupun dengan keterbatasan kekuatan kaki, memanggul beban berat. Sedangkan saya? Pulang jam segini aja masih mengeluh, padahal sudah dikasih kesempurnaan tangan kaki, masih punya uang untuk bayar ongkos transport, dipermudah oleh teknologi. Inilah saatnya saya bersyukur kembali, melihat ke bawah sesekali untuk mensyukuri betapa Tuhan telah memberikan banyak kemudahan bagi saya sampai saya bisa seperti sekarang ini. Selain itu, sebagai orang yang lebih beruntung, berkaryalah sebaik mungkin, untuk memberi kemudahan bagi saudara-saudara kita yang belum seberuntung kita nasibnya.
*maaf ya, bukan bermaksud menggurui, tapi ini yang ada di dalam hati dan pikiran saya*
Untuk bapak penjual sapu, semoga Tuhan mempermudah Bapak dalam mencari nafkah, dan semoga dilancarkan rezekinya.. amin..

Beberapa kilometer telah terlewati, dan saya hampir tertawa ngakak. Saya menjadi saksi mata penilangan polisi terhadap pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Ditilangnya bukan di lampu merah sih, tapi memang polisinya lagi patroli pakai motor. Kena deh..
Makanya, dimanapun kapanpun kalau pakai motor, kudu make helm. Jangan mentang-mentang dah malem polisinya dah pada tidur. Dan pakai helm jangan karena takut sama polisi lah,, tapi waspada akan keselamatan kita juga… Oke oke.. (TKP: Jalan Tamblong)

Yup, sampai teminal pertama, dan saya sambung pakai angkot kedua. Eh, angkotnya ngisi bensin dulu. Selama saya di angkot yang kedua ini, keadaan memang hening sih. Dan tiba-tiba.. “Kukkuukukkuuuukkk!!” Ringtone bersuara ayam jantan yang sedang berkokok di pagi hari pun menggema ke seluruh pelosok angkot. Semua penumpang saling berpandangan satu sama lain. Daann tidak ada yang mengaku itu HP milik siapa (tidak ada yang berusaha meraih HP-nya).
Beberapa menit kemudian, “Kukkuukukkuuuukkk!!” ringtone itu berbunyi lagi. Dan kini para penumpang benar-benar penasaran siapa pelakunya. Saya sih beneran ngakak dalam hati. Wong lagi hening tiba2 ada ayam berkokok. Hadeeehh..
Ga lama kemudian mas-mas di depan saya mengeluarkan HP-nya yang sesaat kemudian berkokok kembali..

Sampai di traffic light pertama (red:tegallega), dua pengamen menjajakan suara dan gitarnya dengan mengalunkan tembang (saya gak tau judulnya, tapi sepertinya itu lagunya ST12). Tapi suara salah satu vokalisnya emang bagus (menurut saya). Selama ini saya baru dengar pengamen bisa nge-vibra. Bagus deh vibranya, bersih dan tidak terkesan “maksa”. Malah kayaknya sih lebih bagus dari penyayi aslinya. hehehe. Rekaman langsung aja, Mas! :p

Sesampainya di terminal akhir (akhirnyaaa), saya naik becak menuju rumah. Dan ternyata, si mamang becaknya itu mamang becak yang kemarin saya tumpangi juga. It’s a good coincidence.
Mamang becak: “Langsung neng? Gak belanja dulu?”
Saya: “Enggak mang! hehehe” (gile aje gue tiap hari blanja)

Sebelum masuk ke rumah, saya lihat langit sebentar. Langitnya bagus, cerah, karena hari ini tidak hujan. Bintang bertaburan di langit yang kelam. Saya melirik orion yang tadi berada tepat di atas kepala saya. Sayang, rasi bintang kesayangan saya, scorpio, tidak saya temukan.. Maybe next time. 🙂
Entah kenapa, setelah duduk, air mata keluar cukup deras. Mungkin akibat terlalu lelah. Setelahnya saya merasa lebih lega, dan buktinya bisa menulis postingan ini.

Memang, postingan ini sungguh “penting”. Tapi mudah-mudahan terdapat nilai penting (penting dalam arti sesungguhnya) yang dapat diambil untuk dipelajari. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung di blog saya..
Datang lagi yaaa… 🙂

Syukur November 30, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
4 comments

Alhamdulillah
Terimakasih
Merci
Danke
Arigatou
Thank you
Dankzij
Grazie
Gamsa
Gratias
Xièxiè
Obrigado
Spasibo
Gracias
Ef̱charistíes

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
Then which of the favours of your Lord will you deny?

~Surah Ar-Rahman (55)~

I am officially 23 years old :D November 22, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags: , ,
2 comments

Selamat HUT ke-2, Ayukireina Siskahaning Prahesti

Look, that is my second birthday cake given by my parents. My father wrote the greeting on the cake (his handwriting was very authentic :p). And the writing on the center of the cake read: “Omedetou” means “Congratulation” or “Happy” birthday..
I miss that moment, which my parents surprised me when I was under the tatami with warm air flowed from shitobu in the winter. I want to go back to this moment. If only I could turn back time.

Unnoticed, 21 years have passed. Now, I’m officially 23 years old. It’s old enough, right?
With my age now, I supposed to get married and have a baby. But let me delay these plan to achieve my old dreams first. 😀 (I’m so sorry, mom..)
However, hopefully there is prince charming who come to me and propose me to be his princess in a few years. (daydreaming) 😛

On this birthday, I’ve got more than 200 greetings from friends and family via wall post in Facebook, text message, and direct communication. Thank yooouuu very much for the prayers. May Lord bless us and I wish us all the best. So happy to have y’all. And not forget to thank for the cake.. :”>

So grateful I was born and grown in this surroundings that supports me to be a person like I am now.
There was only because of Allah SWT, The Almighty God.
I thank with all my soul and body to You, Lord,, for everything that You gave me.
And thanks to my mom, who always support me with all her efforts.

What is your priority? November 10, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
add a comment

Currently I’m dying with this insomnia. I don’t know exactly how it could be happened.
Probably it’s just like you in an underpressure condition. Or maybe it is a truly friction of your circadian clock.
Yeah, maybe they’re too many matters to be solved.
The most simple thing you can do is determine them, based on the priority. Then, you should put all of your effort to finish them all no matter what.
Because that’s all for your own sake, maybe in the future.
So, choose your priority right now! And focus..

Thank God, after wrote this before-bed script, I feel a little sleepy.
Now I’m going to sleep.
Bon nuit..

Taqabbalallahu minna wa minkum September 13, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags: , , ,
6 comments

Walaupun hari raya Idul Fitri 1431 H telah terlewati beberapa hari yang lalu,
Mudah-mudahan saat ini belum terlambat untuk mengucap maaf pada rekan-rekan sekalian..
Dengan segenap hati, saya memohon maaf atas segala kekhilafan, perbuatan yang tidak berkenan, ataupun perkataan saya yang menyakitkan..

Taqabbalallahu minna wa minkum,
Shiyamana wa shiyamakum..

Smoga kita menjadi insan yang lebih baik,
dan smoga masih diberi kesempatan untuk merasakan bulan Ramadhan dan Idul Fitri kembali di tahun berikutnya.
Amiiiiinnnn….

(Belated) Eid Mubarak! 😀

Selamat menghabiskan sisa-sisa ketupat dan kue! xixixixixixi