jump to navigation

Another story from uptown part 2 (room mate) August 4, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities.
2 comments

My room mate, Bondut. 🙂

Advertisements

Another story from uptown part 1 (The Fountain Show) May 22, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities.
Tags: , , ,
add a comment

Setelah sekian lama menyesali waktu itu tidak ikut berpetualang ke ibukota bersama teman-teman kuliah, akhirnya hari ini saya menebus rasa penasaran saya dengan berjalan-jalan ke mall terbesar di ibukota, Grand Indonesia.
Banyak terdengar selentingan kalo ke GI itu pakaiannya harus rapi dan eksklusif. Kalo kita pakai jeans dan kaos oblong, bisa-bisa diliatin seantero mall. Ternyata enggak lho. Pakai saja baju senyaman mungkin, ga harus pakaian resmi kek blazer atau dasi kok, jeans + t-shirt juga udah cukup, ya asal makenya gak “slenge’an” aja 😛 cukup pakaian casual..
Ke Grand Indonesia? Apalagi kalo bukan liat air mancur yang terkenal itu. Fountain shownya bagus banget deh, “puncratan” airnya pas banget sama irama musik yang dimainkan. Karena airnya itu muncrat (mengalir deras dari bawah ke atas), saya lebih suka menyebutnya “Air Muncrat Menari” ketimbang Air Mancur Menari.. 😀 (kalo mancur kan airnya mengalir dari atas ke bawah, bukan? :P)
Amaze banget saat menyaksikan fountain show ini.. *sambil mikir, itu gimana nyettingnya ya?*
Para pengunjung pun berbondong-bondong menyaksikannya di GI level 3A pada waktu yang telah diinformasikan pada papan pengumuman.
Waktu show si air muncrat ini adalah
Weekdays: jam 12.00, 15.00, 18.00, 20.00
Weekend: jam 11.00, 13.00, 15.00, 17.00, 19.00, 21.00
Kebetulan saya bawa kamera dan sempat nge-shoot. Jadi, bagi yang ingin segera menonton tapi belum sempet aja ke GI, bisa diliat di video ini, buat yang sudah juga boleh liat lhoo.. 🙂 (tapi harap maklum atas kualitas videonya ya, masih amatir. hehe)

Bagus kann pertunjukannya.. Lebih bagus lagi kalo liat langsung di tempatnya…

Selama sebelum bahkan setelah pertunjukkan, saya penasaran, siapakah tokoh yang nampang di belakang air muncrat eh mancur itu??
maksud saya, patung itu siapa sih??
setelah saya googling, ternyata patung itu adalah replika dari Prometheus, yaitu seorang Titan, atau dewa Yunani yang pernah mencuri api dari Zeus untuk kematian. Akhirnya Zeus menghukumnya dengan mengikatnya di atas batu, yang kemudian organ hatinya dimakan oleh elang setiap hari. Bla..bla..bla..

Apa ya filosofinya latar air mancur itu dipasang patung Yunani ini? Padahal kan GRAND Indonesia gitu loh.. kenapa gak patung pahlawan nasional aja ato tokoh pewayangan gitu.. padahal kan udah bagus showroom di sana namanya mayoritas tokoh pewayangan..
Terus,, musik yang dimainkan saat fountain show kok perasaan gak ada lagu Indonesia ya? seringnya New York New York, Don’t Cry For Me Argentina, lagu-lagu seriosa atau klasik dari negeri barat. Padahal kan kalo musiknya asli Indonesia, misal: lagu kebangsaan Indonesia, lagu perjuangan, atau lagu daerah akan lebih attractive dan “menjual”, apalagi untuk wisatawan mancanegara. Kalo ditambah dekor budaya Indonesia (termasuk patung latar air mancur juga lho,, keukeuh), saya rasa makin OKE banget deh. Ini ceritanya mall Indonesia kan? bukan mall internasional kan? wong namanya aja Grand Indonesia.. tentu saja harus menunjukkan keaslian INDONESIA.. We proud to be Indonesian, don’t we?

Btw, tulisan ini murni dari buah pikiran saya lho.. No heart feeling, no offense.. Saya hanya sedikit menggambarkan imajinasi dan impian saya. Syukur-syukur kalo postingan ini dibaca oleh pihak yang bersangkutan, apalagi kalo imajinasi saya dikabulkan.. hehe..

Tunggu cerita selanjutnya yaa.. 🙂

Penjual Kacamata February 19, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities.
Tags: ,
add a comment

Sepulang kantor, saya bersama kedua teman saya bergegas menuju sebuah terminal bus dalam rangka pulang ke Bandung. Seperti biasa, para pedagang sangat bersemangat menjajakan jualannya di dalam bus yang belum berangkat, salah satunya adalah si penjual kacamata.

Teman saya yang pertama (At*n) duduk di depan saya, dan teman kedua (N*a) duduk di samping saya. Bukannya menguping, namun karena saking bosannya saat menunggu bus untuk berangkat, saya jadi memerhatikan sekeliling saya, termasuk percakapan si penjual kacamata dengan salah satu penumpang yang duduk di depan At*n. Ternyata penumpang tersebut memutuskan untuk membeli kacamata yang dijajakan.

Si penjual kacamata kemudian menuju penumpang (yang dianggap sebagai calon pembeli) selanjutnya, yaitu At*n. Sebenarnya saya ga terlalu ingat persis perbincangannya, tapi kira-kira seperti ini.
Penjual kacamata (PK): “Mau yang mana, Dek?” (menawarkan sekaligus memperlihatkan sebuah kacamata sambil tersenyum)
At*n (A): “Enggak, Bang.” (tolaknya dengan halus)
PK: “…….bla bla bla………..”
A: “Enggak.” (seraya tersenyum sambil nyengir)
PK: “Nih gua gratisin deh. Loe kan anak sekolah, gak punya duit kan? Makanya gua gratisin. Klo loe udah kerja, gua mahalin..” (mungkin si A masih terlihat polos seperti anak sekolahan)
A: “Enggak, Bang, makasih..”
PK: “Ini gua gratisin. Anak sekolahan kan gak punya duit kan? Nih gua kasih. Kagak dipelet kok. Beneran dah kagak ada peletnya.” (memaksa sambil meyakinkan. Sedangkan saya dan N*a hanya bisa menahan ketawa)
Dan At*n berusaha keras untuk menolaknya, lalu pada akhirnya si penjual kacamata menyerah.

Lanjutlah si abang-abang penjual kacamata itu datang menghampiri kami (saya dan N*a). Melihat kami berdua yang memakai kacamata (NB: At*n tidak memakai kacamata), si abang kecewa.
PK: “Yaaahh,, udah punya dianya. Percuma nawarin, gua jualan ampe mati juga kagak bakal laku!” (bentuk kekecewaannya disampaikan seraya menyunggingkan senyum yang ‘enggak banget’)
Saya dan N*a hanya bisa menahan tawa kami sampai abang-abangnya bergerak ke kursi belakang, lalu kami lepaskan tawa dengan suara seminimal mungkin.

Duuh,, si abang aneh banget siiih… -_______-‘

Masa Kuliah January 22, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities.
Tags: ,
4 comments

Baca blog temen tentang waktu kuliah dulu, jadi ingin saya posting ulang deh,, tapi pakai emoticon bawang onion mood.. Coba kita lihat bagaimana hasilnya..

Menjelang semester baru..

Minggu pertama..

Minggu kedua..

Minggu ketiga..

Menjelang UTS..

Sewaktu UTS..

Setelah UTS..

Sebelum UAS..

Waktu lihat jadwal UAS..

7 hari sebelum UAS..

6 hari sebelum UAS..

5 hari sebelum UAS..

4 hari sebelum UAS..

3 hari sebelum UAS..

2 hari sebelum UAS..

1 hari sebelum UAS..

Malam sebelum UAS..

1 jam sebelum UAS..

Ketika UAS..

Sesaat setelah keluar ruang ujian..

Ketika nilai akhir keluar..

Ketika ditanya ortu tentang nilai..

Ketika liburan..

Dan begitulah seterusnya selama saya kuliah di ITB..

Tapi akhirnya saya bisa lulus juga kok dengan hasil yang cukup memuaskan.. huehehe

Ayoo semangaatt buat yang mau atopun yang masih kuliah!!!
Jangan ikutin emoticon di atas yaaaa pas kuliah… hohoho..

XoXo.

Menangislah sayang.. October 2, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities, Healthy.
4 comments

Jika kita sedih, marah, ataupun terharu terkadang air mata dengan mudahnya mengalir karena perasaan tersebut. Hal tersebut saya rasa wajar-wajar saja, karena emosi dalam jiwa pun perlu diekspresikan agar tidak menimbulkan rasa sesak atau penyakit lainnya.

Kaum hawa biasanya memiliki frekuensi menangis yang lebih sering ketimbang kaum adam. Bahkan kaum adam ada yang tidak mau menangis walaupun emosinya sudah hampir tak tertahankan, dengan alasan takut dibilang cengeng. Akan tetapi, pria juga wajar kok kalau menangis sesekali. Toh, pria dan wanita sama-sama manusia, yang sama-sama punya perasaan..

Dan ternyata, menangis itu memiliki 7 manfaat. Apa saja manfaatnya? Mari kita baca kutipan artikel di bawah ini.

Manfaat menangis:
1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozim yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.

Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.

Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.

Setelah menangis, biasanya mata kita akan menjadi bengkak. Untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan angkat kepala. Yaitu dapat dilakukan dengan tidur menggunakan dua bantal di bawah kepala. Cara ini akan membantu mendorong drainase (saluran) sinus dan mengurangi efek bengkak di kelopak mata saat bangun tidur. Selain itu, tidurlah dengan waktu yang cukup.

Tapi jika sudah kepalang bengkak, jangan khawatir, karena dapat diatasi dengan beberapa tips berikut ini.

Ketimun
Redakan bengkak di mata dengan ketimun. Tak perlu ke salon untuk mendapat manfaatnya. Anda bisa dengan mudah melakukan sendiri di rumah. Caranya, dinginkan ketimun lalu iris-iris tipis. Tempelkan atau kompres irisan untuk menutup kelopak mata yang bengkak. Diamkan beberapa saat sambil relaksasi di tempat nyaman seperti sofa, atau ranjang.

Teh Celup
Jika Anda memulai pagi dengan secangkir teh, simpan kantongnya di lemari es agar dingin. Menempatkan kantong teh yang dingin di kelopak mata bisa membantu mengurangi bengkak. Kantong teh herbal bisa membantu menyegarkan mata dan menghilangkan bengkak di kelopak.

Kafein
Kafein tidak hanya dikenal sebagai minuman pengusir rasa kantuk, tetapi juga bisa membuat mata terlihat cantik dan segar tanpa bengkak. Ketika diterapkan pada kulit, kafein memiliki efek mengencangkan.

atau bisa buka link ini:

Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena bisa menangis meledak-ledak.
So, menangis sesekali bukan berarti cengeng lho.. Menangislah pada saat yang tepat, dengan frekuensi yang tepat.. 🙂

Sumber:
http://www.bungakurnia.com/2010/07/7-manfaat-menangis.html
http://esa.wen9.com/tips/cantik.html

Kisah 1 Ramadhan 1431 H [2] August 13, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities.
Tags: , , , ,
add a comment

Sesampainya di kampus saya langsung bergegas menuju lab. Seperti biasa, puasa tidak puasa, lab selalu ramai. Para peneliti sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya. (Duh ilee, penelitiii..! :P) Pekerjaan yang akan saya tangani sekarang ini berhubungan dengan RNA, dimana perlakuannya berbeda dengan penanganan untuk DNA. Sekarang saya selalu bekerja dengan sarung tangan bersih dan ekstra hati-hati. Belum lagi alat-alat dan larutan yang digunakan harus di-treatment dengan DEPC yang bersifat karsinogenik. DEPC merupakan senyawa inhibitor untuk RNA-se yang ada di mana-mana, sehingga RNA yang akan diisolasi tidak mudah terdegradasi.

Jadwal saya hari ini adalah membuat beberapa larutan. Namun, berhubung pelarutnya (DEPC-treated water) hanya tinggal 300 mL, saya hanya dapat membuat 3 macam larutan saja, yaitu EDTA, Tris-Cl, dan NaCl. Untuk membuat larutan ini saya harus menimbang bahan-bahannya yang berupa bubuk, melarutkannya dalam DEPC-treated water dengan cara memutar botol ke arah horizintal dengan cepat secara manual. Kali ini saya tidak menggunakan magnetic stirrer karena belum di-DEPC. Padahal kan lumayan banget tuh kalau pakai itu, menghemat waktu dan energi.

Daaannn,, rekor!! Saya hanya membutuhkan waktu 30 menit saja untuk melarutkan EDTA! Yang sebelumnya minimal 2 jam saya habiskan untuk membuat larutan itu (padahal menggunakan magnetic stirrer). Mungkin ini akibat kocokan yang terlalu dahsyat. hehe!
Selanjutnya, saya membuat Tris-Cl. Setelah saya menuangkan pelarut dalam bubuk Tris Base dan mengocoknya perlahan,, Jiah! Langsung larut dong ga nyampe 2 menit! T___T
Tapi saya juga membutuhkan cukup banyak waktu untuk membuat NaCl, yaa sekitar 20 menit lah. Padahal bikin larutan garam doang. huh.

Pekerjaan saya membuat larutan tidak usai sampai di situ, melainkan saya harus mensterilisasinya dengan autoklaf. Proses sterilisasinya hanya 15 menit, tetapi tektekbengeknya yang membuat proses ini menjadi lama. Pertama, proses penjenuhan uap air berlangsung 10-15 menit, proses penaikan tekanan berlangsung selama 30 menit, barulah pada tekanan 15 lbs dan suhu 121 derajat Celcius waktu di-set selama 15 menit. Setelah sterilisasi selesai, sebenarnya autoklaf dapat kita tinggal begitu saja sampai keesokan harinya sambil menunggu tekanan turun, asalkan tutup/klepnya tidak dibuka. Tetapi karena takut saya tidak bisa ke kampus pagi-pagi, jadi terpaksa saya tunggu sampai tekanan turun (sekitar 10-15 menit), dan baru saya keluarkan larutannya.

Sambil menunggu sterilisasi, saya membuat stok baru DEPC-treated water. Tetapi saya kebingungan mencari DEPC milik FMD (inisial dosen saya) di kulkas, karena saking banyaknya botol-botol yang mirip tetapi isinya tidak sama dan berbeda pula pemiliknya. Akhirnya saya bertanya kepada senior satu tim.
Saya: “Teh, DEPC-nya FMD disimpan di mana ya? ada inisialnya gak?”
PS: “Tunggu sebentar ya, saya tanya DH dulu.” (kemudian dia menelepon senior saya yang lain)

PS: “Chik, kata DH ada di rak bagian atas dalam pintu kulkas. Tapi gak tau tuh ada insialnya ato enggak.”
Saya:” Hah? Ohh, gitu ya teh. Ok.”
Lalu PS menunjuk suatu botol coklat kecil bertutup hitam yang dibungkus plastik obat di dalam kulkas. Label di botol itu bertuliskan “Diethyl pyrocarbonate” (DEPC), tetapi tidak ada inisial FMD.
PS: “Yang ini kali ya. Pakai saja dulu.”
Saya: “Ok.”
Saya pun membuat DEPC-treated water menggunakan DEPC dari botol itu. Komposisinya 1 mL DEPC dicampurkan dalam 1 L air deion, dan disimpan pada 37 derajat Celcius selama overnight.

——————————————————————————————————–

Cerita tambahan:
Keesokan harinya PS memperlihatkan botol yang lebarnya dua kali lipat dari botol DEPC yang saya gunakan kemarin dan bertutup merah. Dan! berlabel FMD..
Jadi, yang kemarin saya pakai punya siapa dong?!??!?!
*pura-pura tidak tahu*
😀

Kisah di 1 Ramadhan 1431 H August 12, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities.
Tags: , ,
2 comments

1 Ramadhan 1431 H ini jatuh pada kalender Masehi, Rabu, 11 Agustus 2010. Sebagai hari pertama di bulan suci ini harusnya ada sesuatu yang spesial ya,, baik dalam hal spiritual, maupun yang lain.

Hari ini merupakan hari pertama kalinya saya naik bus sendirian ke kampus (katrok banget ya saya), soalnya saya biasa naik angkot. Walaupun sudah siang, saya bela-belain nunggu lama (pikir saya) di dalam bus yang sedang “ngetem” di terminal Leuwi Panjang. Eh, taunya belum lima menit saya duduk, kursi bus sudah terisi penuh dan bus berangkat. Rute bus DAMRI Lw.Panjang – Dago berbeda dengan rute angkot (baru tahu saya), yaitu dengan urutan dari terminal ke arah Pasirkoja, Astana Anyar, Gardujati, Stasiun Bandung, Viaduct, Wastukencana, lalu Dago. Sedangkan rute angkot yang biasa saya tumpangi kalau pergi ke kampus adalah Cibaduyut – Kebon Kelapa (turun di terminal Leuwi Panjang atau di perempatan Kopo, lalu sambung dengan angkot yang sama supaya mengirit waktu, soalnya angkot ini biasanya muter dulu ke Sukahaji, dan turun di Kebon Kelapa), lalu Kebon Kepala – Dago (terminal Kebon Kelapa sampai Jl.Ganeca atau Jl. Dayang Sumbi). Ah, udah kayak emang-emang angkot aja saya ini.

Ternyata naik bus tidak seperti yang saya bayangkan! Saya pikir di dalam bus itu udah kek dipindang aja, sampai nantinya waktu sampai tujuan kita sudah gak berbentuk lagi. haha. Terus ngebayangin “sedek-sedekan” di antara para pencopet. hiii! Ternyata naik bus tidak seseram itu. Tadi sih, di bus yang saya tumpangi tidak sampai ada penumpang yang berdiri karena tidak mendapat tempat duduk. Tidak ada pula orang yang mencurigakan layaknya copet (sudah pengalaman berkali-kali duduk di sebelah copet soalnya, hehe). Waktu yang ditempuh menuju kampus pun lebih cepat, mungkin karena bus kagak ngetem-ngetem kayak angkot kali ya. Hawa dalam bus juga tidak terlalu panas, jadi pas turun dari bus bentuk saya masih agak kelihatan lah ya 😀

Bersambung…

Puasa sebentaaar lagi… August 9, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities, Values in life.
Tags: , , , , ,
add a comment

Alhamdulillah…

Tak terasa sudah setahun Hijriyah yang telah kita lalui setelah menikmati bulan Ramadhan kemarin. Semoga tahun ini masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat merasakan indahnya beribadah di bulan Ramadhan. Amin..

Mau nanya nih, apa sih yang biasanya disiapkan Anda-anda sekalian untuk menyambut bulan Ramadhan? Kalau saya sih tentunya mempersiapkan stok ransum yang buanyak, soalnya nanti kalau sudah menjelang lebaran harganya jadi mahal.. hehe

Tapi bukan itu maksudnya, saudara-saudara.. Maksud saya adalah persiapan mental atau yang lainnya agar dapat menjalani bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Karena di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini kita pasti akan beribadah lebih intensif guna berlomba-lomba meraih pahala dari Yang Maha Kuasa.

Tapi bukan itu juga sih yang mau saya bahas di sini. Yang akan saya bahas searang adalah justru mengenai persiapan fisik. Kenapa coba?

Tentu persiapan fisik pun harus dilakukan, karena asupan sumber energi (makanan) hanya diperoleh pada saat sahur dan berbuka, yang dijeda dengan puasa atau shaum sekitar 13 jam (untuk daerah Bandung, Indonesia). Shaum di bulan Ramadhan tentunya berbeda rasanya dengan shaum sunnah, karena shaum ini adalah kewajiban bagi umat muslim yang menuntut kita untuk berpuasa dalam jangka waktu yang cukup lama. Jadi kuat atau ngga, ya harus kuat. Sahur atau ngga, pokoknya gak boleh batal sampai magrib! hehe

Tetapi jika shaum ini dilakukan ketika tubuh kita lagi gak fit, ya bahaya juga. Malah bisa mengakibatkan efek buruk bagi kesehatan, misalnya maag, tipes, masuk angin, dll. Nah, untuk mencegahnya, mari siapkan tubuh kita dalam kondisi fit, baik sebelum maupun pada saat bulan Ramadhan.

Persiapan kondisi fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu mengonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat cukup.

Hendaknya kita menjaga diet (pola makan) pada saat sahur dan berbuka dengan makanan 4 sehat 5 sempurna, yang mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Menurut salah seorang ahli gizi Indonesia, makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang normal pada saat bulan puasa terutama adalah makanan yang kaya serat, kaya protein, dan berkuah. Dan akan lebih baik lagi jika diiringi dengan mengonsumsi suplemen makanan.

Porsi makan juga harus diatur. Tetaplah mengonsumsi makanan dengan porsi sedang seperti biasa. Jangan mentang-mentang di bulan Ramadhan berasa sangat lapar, sehingga porsinya menjadi 2 kali lipat ya! 😀

Selain itu, banyak-banyaklah minum air putih pada malam hari setelah berbuka. Karena asupan air ini akan menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas yang dilakukan saat berpuasa, sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Nah, ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari pada saat berpuasa.

Bagi penderita sakit lambung, makanan yang sebaiknya dihindari adalah mie, ketan, daging berlemak, ikan & daging yang diawetkan, sayuran mentah dan berserat tinggi, minuman bersoda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan ini dapat menimbulkan gas yang berpengaruh pada peningkatan asam lambung (gastric juice).

Bagi kalangan yang “agak” overweight, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol seperti lemak hewan, margarin, dan mentega. Selain itu, hindari pula makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tart, dan es krim. Selain itu, jangan pula makan gorengan!

Sedangkan bagi yang punya body kurus seperti saya :D, sebaiknya banyak mengonsumsi susu dan menghindari makanan yang sulit dicerna, seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).

Jangan takut berolahraga ketika berpuasa!

Untuk yang jarang berolahraga, mulailah berolahraga ringan seperti jalan kaki. Sedangkan bagi yang sudah biasa berolahraga, lakukanlah olahraga seperti biasa, namun intensitasnya dikurangi. Jangan berolahraga terlalu lebay ya! Nanti malah dehidrasi lagi. hehe. Waktu yang paling baik untuk berolahraga saat bulan puasa adalah pada waktu menjelang berbuka, karena setelah mengeluarkan keringat, tubuh akan kembali mendapatkan asupan energi berupa makanan dan minuman pada saat berbuka.

tetap olahraga di saat puasa!!

Selain itu, jangan lupa istirahat yang cukup, dengan jam tidur yang cukup!

Dengan kondisi tubuh yang fit, Insya Allah kita akan dapat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan dengan khusyu’.

Terimakasih ya Allah, atas kesehatan yang telah Engkau berikan kepada kami. Mudah-mudahan kami menjadi hamba yang sholih/sholihah yang dapat menjalankan segala perintah-Mu dan menjauhi larangan-laranganMu. Dan berikanlah kami kesempatan untuk memperoleh ridlo-Mu sampai akhir hayat kami. Amin..

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa” [Al Baqarah:183]


Happy fasting, to y’all! Selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan!!!

Cheers! 😀

Jadwal imsakiyah bulan Ramadhan 1431 H bisa diunduh dimari.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sumber terkait:

http://lifestyle.okezone.com/read/2010/08/04/27/359421/27/segar-fit-di-bulan-puasa

http://dheryudi.wordpress.com/2009/08/14/pola-makan-yang-sehat-dan-seimbang/

http://www.conectique.com/tips_solution/health/tips/article.php?article_id=6823

http://www.alislam.org/indonesia/pustaka/articles/tidur_sehat.html

http://www.sugeng.web.id/2010/07/jadwal-imsakiyah-puasa-ramadhan-1431-h-2010.html

Kembali ke lab…oratorium… August 6, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Activities, Biotechnology.
Tags: , , ,
4 comments

Hampir 4 bulan saya menjadi pengangguran tulen sejak wisuda S1 pada 10 April 2010 kemarin. Pengennya sih langsung kerja, atau dapet beasiswa (haha ngimpi). Setelah lulus sidang, banyak yang bertanya pada saya untuk melanjutkan sekolah lagi, termasuk dosen pembimbing.
Teman: “Chik, lanjut S2?”.

Saya: “enggg….. nanti mungkin… hehe” (mau bilang “enggak!” tapi gak jadi, takut menelan ludah sendiri).

Teman: “Ohh, ikut proyek dosen ya?”

Saya: “Ga juga kok. Mau istirahat dulu dari rutinitas lab. hehe”

Pertanyaan itu maksudnya bahwa apakah saya akan lanjut S2 di sekolah yang sama, atau ikut proyek bersama dosen pembimbing yang sama. Haah, kayaknya saya sudah merasakan sumpeknya bekerja di lab. Tugas akhir yang tujuannya untuk kepentingan pribadi aja males parah buat dikerjain, apalagi ngerjain proyek untuk kepentingan dosen (bukan kepentingan pribadi secara langsung)? Saya gak ada cita-cita sama sekali untuk lanjut S2 di sekolah yang sama, apalagi semenjak saya melakukan tugas akhir, rasanya hidup saya hanya berlangsung di laboratorium. Huh.

Idealnya, saya ingin cari angin baru yang berbeda dengan sebelumnya. Ya supaya refresh saja. Apalagi kalau sekolah di luar negeri (hah, mimpi lagi deh). Lingkungan baru, pelajaran baru, teman-teman baru. Dalam bayangan saya pasti lebih mengasyikkan. Tapi kan untuk mencapai itu semua gak mudah. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya kemampuan bahasa Inggris yang harus bagus, yang dibuktikan dari skor TOEFL, IELTS, atau IBT. (curiga bentar lagi curhat nih saya, karena belum mendapat skor yang memuaskan).

Yap, kembali ke cerita awal. Pengennya sih sambil apply-apply beasiswa dan menunggu hasilnya, saya apply-apply kerja saja. Lumayan kan mengisi waktu setahun atau dua tahun sambil menyambung hidup. Beberapa minggu setelah wisuda, saya ditanya oleh dosen pembimbing TA (SS) mengenai status pekerjaan saya sekarang.

SS: “Chika, kamu ga ngambil S2?”

Saya: “enggak, Pak. Nanti saja. Lagi apply kerja dulu.”

Bla.. bla.. bla..

SS: “Kamu mau gak, nulis paper? Yaa sambil nunggu kamu dipanggil kerjaan. Hehehe” (sambil tertawa)

Saya: “Boleh, Pak. Saya usahakan. hehe” (sambil tertawa juga)

Bla.. bla.. bla..

Pada akhirnya saya disuruh menulis paper yang rencananya akan diterbitkan di jurnal internasional. Tetapi saya harus kerja ekstra karena saya juga harus menggabungkan hasil penelitian saya dengan dua penelitian sebelumnya. Saya hampir stuck di bagian diskusinya, karena harus melakukan penelitian kecil secara in silico lagi. Untuk menyelesaikan paper ini, ibaratnya saya diberi masakan yang sudah jadi dan harus memasak ulang masakan tersebut, tetapi saya tidak diberitahu cara memasaknya seperti apa. Bingung kan?

Tanggal deadline pun telah ditetapkan oleh SS untuk pengumpulan draft paper. Tapi apa daya kemampuan otak terbatas dan kreativitas pun menurun, mungkin karena otak sudah agak beku tidak dipakai. Akibatnya, saya ngaret dari deadline, dan kabur dari kampus selama seminggu lebih, menghindari bertemu dengan SS. Saat suatu hari saya akan berangkat ke kampus, di tengah jalan saya ditelpon oleh SS. Bukan main tegangnya saya, ini pasti mau menagih draft paper. Tidaaakkk!!

Tapi ternyata,,

SS: “Chika, kamu sudah dapet kerja belum?”

Saya: “belum, Pak. Kemarin lagi ada tes-tes, jadi ngerjain draftnya terhenti-henti, Pak.” (ngeles takut ditagih draft paper)

SS: “Oh, kalo begitu kamu mau gak kerja dengan FMD? Dua bulan. (FMD: inisial ibu dosen sekaligus ketua lab tempat saya TA)

Saya: “Oh? Wah, belum tau, Pak. Saya masih harus menunggu kepastian dulu.” (bingung, ternyata si Bapak bukan menagih draft, hehe, lega)

SS: “Konfirmasi secepatnya yaa. Nuhun.”

Hari itu adalah hari wisuda bulan Juli untuk fakultas saya, dan rencana saya ke kampus memang mau ikut arak-arakan wisuda. Sesampainya di kampus, ibu FMD sedang rapat bersama dosen lain, dan saya tidak bisa menunggu lama karena arak-arakan akan segera dimulai. Setelah arak-arakan selesai, saya baru ingat kalau saya harus bertemu dengan FMD. Dan,,, yah,, ibunya sudah pulang. Akhirnya saya sms saja, bahwa saya mendapat info dari SS dan tertarik dengan proyeknya, tetapi jadwal saya tidak pasti. Kemudian ibu FMD langsung membalas sms saya dan (nampaknya) langsung meng-hire saya untuk bergabung dalam group-nya. Keesokan harinya, kami meeting di toko You dan membahas mengenai job desk masing-masing.

Saya hanya bisa geleng-geleng dan angguk-angguk kepala mendengar penjelasan dari FMD karena banyak sekali yang harus dilakukan. Mulai dari menyiapkan klinostat, tempat beli pisang, teknis pengerjaan, perlakuan, training, sampai dibilangin bakal dipublish internasional. Glek! (menelan ludah). Sampai saya lupa si ibu ngomong apa aja saking banyaknya. Yang paling saya ingat adalah beliau bilang kalau pekerjaan ini waktunya fleksibel, dan deadlinenya dua bulan dari sekarang. Yah, Alhamdulillah deh, saya gak nganggur-nganggur amat. Hehe! Makasih, Bu!

Awal Agustus ini saya mulai dihitung bekerja dengan FMD. Sebagai tahap awal, saya mulai bekerja dengan menyiapkan dan mensterilkan alat-alat yang akan digunakan. Saya bekerja di lab yang sama dengan saat saya mengerjakan TA (hanya beda bench saja). Saya memang sering “ngiup” di lab ini dan bercengkrama dengan orang-orang yang bekerja di sana, walaupun hanya sekedar lewat, tidak ada yang dikerjakan. Tapi kali ini, saya memakai sarung tangan, mencuci, dan menulis log book. Orang-orang di lab pun bertanya sambil tersenyum: “Waaah,, chika kerja lagi? ngerjain apa, chik?”. Dan saya pun menjawab dengan membalas senyum: “Iyaaa,, bantuin bu FMD sebentar. hehehe”.

Perasaan saya sangat berbeda ketika berada di ruangan lab, saat saya bekerja dan tidak. Saya merasa lebih bahagia ketika saya melakukan suatu pekerjaan wet lab ketimbang menggunakan komputer atau tidak ngapa-ngapain sama sekali. Dari perasaan ini saya menyimpulkan bahwa ternyata saya rindu lab, rindu lingkungannya, rindu pekerjaannya, rindu hiruk-pikuknya. Saya merasa senang saat teman-teman menanyakan topik proyek yang saya kerjakan sekarang, sepertinya mereka menyambut saya kembali.

Benar kan, perkataan di awal tulisan saya telan sendiri. Saya pikir saya sudah bosan dengan lab saya. Tapi ternyata saya malah kangen! Mudah-mudahan saya dapat menyelesaikan tugas saya dengan baik sebelum deadline. Dan kepada teman-teman satu lab, bersiap-siaplah untuk saya rusuhi kembali. hehe!

Mari bekerja kembali. Mari kembali ke labbb….oratorium..!!!

Love u all, Genetics and Molecular Biology Laboratory members! 😀