jump to navigation

Vaksinasi BCG June 12, 2012

Posted by chika-chika kelap-kelip in Healthy.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

BCG Vaccine at a glance…

What is BCG?
BCG itu singkatan dari Bacille Calmette Guerin, dimana Bacille (Basil) artinya berbentuk batang dan Calmette-Guerin adalah nama penemunya. Tuan Calmette dan Guerin dari the Pasteur Institute in Lille di Perancis berhasil mengkultur strain bakteri Mycobacterium bovis yang kemudian dibuat vaksin hidupnya. Sedangkan vaksin BCG merupakan vaksin yang dibuat dari M.bovis hidup yang dilemahkan. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC).

How does it work?

Bagaimana vaksin BCG bekerja? Vaksin ini bekerja dengan menstimulasi respon kekebalan tubuh terhadap bakteri M.bovis tanpa menyebabkan penyakit tuberkulosis (karena patogenisitas M.bovis tidak sedahsyat M.tuberculosis, namun memiliki urutan DNA yang mirip).
Ketika tubuh terpapar terhadap organisme asing, seperti bakteri dan virus, sistem imun kita menghasilkan antibodi yang melawan organisme asing tersebut. Antibodi ini mengenali dan membunuh sesuatu yang dianggapnya asing. Kemudian antibodi ini merekam seperti memori, sehingga pada suatu hari antibodi ini akan memproteksi tubuh kita saat diserang oleh organisme asing yang sama. Proses ini disebut dengan imunitas aktif. Sistem kekebalan tubuh ini menghasilkan antibodi yang berbeda untuk tiap organisme asing yang berbeda. Sehingga antibodi dalam tubuh kita mampu melawan berbagai jenis penyakit.

Vaksin mengandung ekstrak (bagian) dari bakteri/virus atau  bakteri/virus yang diinaktivasi. Hal ini bertujuan agar vaksin ini menstimulasi sistem imun untuk menghasilkan antibodi tanpa menyebabkan penyakit. Antibodi tersebut akan dihasilkan dan terus berada di dalam tubuh, dan ketika bakteri/virus yang menyebabkan penyakit tersebut masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan mengenali dan menyerangnya, sehingga mencegah timbulnya penyakit.

Vaksin BCG, yang mengandung bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan, menstimulasi tubuh agar menghasilkan antibodi untuk melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC. Vaksin diinjeksi cukup satu dosis di bagian intrakutan (di dalam kulit) lengan bagian atas, tanpa booster atau re-vaksinasi. Pada umumnya vaksin BCG diberikan pada bayi berumur 1 bulan.

What is it used for?

Vaksin ini bertujuan untuk pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC)

PERHATIAN!!!

Vaksin BCG biasanya menyebabkan luka dan bisul yang mengeras dan menjadi borok. Luka ini dapat sembuh setelah beberapa minggu atau bulan dan meninggalkan bekas luka yang datar. Daerah luka tersebut dijaga agar tetap kering agar cepat sembuh, tapi tidak perlu dihindari dari air ketika mandi. Hindari membungkus sekitar injeksi dengan pakaian ketat/lapisan waterproof, kecuali untuk waktu yang singkat (seperti pada saat berenang). Jika bisul mulai memuai, tutupi dengan lapisan kering sampai terbentuk keropeng, tetapi harus tetap terkontak dengan udara. Pakaian yang ketat akan memperlambat penyembuhan luka bekas injeksi dan menyebabkan luka yang lebih besar. Jika terjadi luka yang berbeda, segera hubungi dokter.

Vaksin ini jangan diberikan pada ibu hamil atau menyusui, kecuali atas saran dokter.

Side effects?

Efek samping yang mungkin terjadi:

– Sakit kepala

– Demam (pyrexia)

– Pengerasan kulit pada daerah injeksi, diikuti dengan bisul yang sembuh setelah beberapa bulan dan meninggalkan sedikit bekas luka datar.

– Terjadi pembengkakan nodus limfa pada sekitar area injeksi

– Dll

How can this medicine affect other medicines?

Vaksin lain, termasuk vaksin dari bakteri/virus yang hidup (live attenuated vaccine) boleh diberikan pada saat yang sama dengan vaksin BCG, namun pada lengan yang berbeda.

“Live vaccine” lain, contohnya yellow fever; measles, mumps, rubella (MMR); oral polio; oral typhoid, yang tidak diberikan pada saat yang sama dengan vaksin BCG, jangan diberikan paling tidak 4 minggu setelah pemberian vaksin BCG.

Jangan memberikan vaksin lain pada lengan yang sama paling tidak 3 bulan setelah injeksi vaksin BCG, karena akan menyebabkan pembengkakan nodus limfa (lymphadenitis) pada area lengan yang diinjeksi dan terasa sakit.

Vaksin BCG jangan diberikan pada pasien yang sedang menjalani pengobatan anti-tuberkulosis, seperti isoniazid, rifampicin, pyrazinamide.

Sumber:
http://www.netdoctor.co.uk/medicines/100005075.html
http://www.cdc.gov/mmwr/PDF/rr/rr4504.PDF

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: