jump to navigation

Berkeluh kesah April 15, 2011

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
Tags: ,
trackback

Pagi ini, Tamu yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh seantero kantor, akhirnya tiba. Berbagai persiapan telah dipersiapkah sehari sebelumnya. Rumput dirapikan, kebersihan ruangan menjadi jauh lebih diperhatikan, dan para pegawai mulai sedikit menyibukkan diri mengomentari rencana kedatangan tamu yang cukup diagungkan tersebut.

Pertemuan pagi ini sedikit spesial, dari snack yang disediakan yang tidak seperti biasanya, sampai kepada para pegawai yang begitu perduli untuk tidak lupa memakai tanda pengenal. Hari ini, semua tampak berbeda.

Satu hal yang dirasakan cukup menarik untuk dibagi adalah ketika Tamu tersebut membagikan pengalaman hidupnya kepada kami.

“Ada yang senang, ada juga yang sedihnya!” kata Tamu tersebut.

“Jangan pernah mengeluh, sepelik apapun permasalahan hidup yang dialami. Karena tidak ada yang bisa diubah dengan mengeluh.”

Kalimat yang menarik, menurut saya. Terlebih ketika sebagian orang yang saya kenal, bahkan diri saya sendiri seringkali mengeluhkan sesuatu hal karena terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Gaji yang dirasakan tidak sesuai, tidak memiliki kesempatan menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang diinginkan, pekerjaan yang diberikan terlalu banyak, makanan yang dibeli terasa kurang enak, bla.. bla.. bla.. Mengeluh, mengeluh, mengeluh lagi.

Bukankah apabila kita selalu melihat ke atas, leher kita akan terasa sakit.

Membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain. Dan ketidakpuasaan dengan apa yang telah kita miliki itu sendiri pun yang seringkali mendorong kita untuk tidak pernah puas dengan apa yang ada.

Keluh kesah hanya akan membuat kita merasa semakin payah dengan kondisi yang telah payah, ditambah dengan bercerita ke sana ke mari perihal kepayahan kita kepada orang lain, yang alih-alih akan mendapatkan pencerahan malah membuat kita terlihat lebih payah di mata orang lain tersebut.

Tak bisa dipungkiri, kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya sangat lah dibutuhkan, mengingat kita sebagai makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari peran orang lain di sekitar kita. Akan tetapi, tetap harus bisa kita bedakan antara berkomunikasi dan berkeluh kesah yang dapat memiliki dampak berbeda baik bagi si pemberi dan si penerima itu sendiri.

Mencoba berpikir positif terhadap apa yang telah diberikan kepada kita. Misalnya, di satu sisi kita mengeluhkan gaji kita yang telah tidak lagi sesuai dengan gaya hidup dan tuntutan perkembangan zaman, kita selayaknya dahulu bersyukur bahwa di tempat lain ada begitu banyak orang yang masih sibuk berkutat dengan surat-surat lamaran pekerjaan yang mereka masukkan ke instansi-instansi yang membutuhkan pegawai.

Ada begitu banyak hal yang bisa kita syukuri. Ada begitu banyak keberuntungan yang kita miliki, seandainya saja kita bisa dan mau melihat lagi dan menghargainya. Cobalah melihat ke bawah sekali-sekali, dan kau akan merasa beruntung karena telah dilahirkan.

Just reposted from http://filsafat.kompasiana.com/2011/04/15/apa-yang-bisa-diperoleh-dengan-berkeluh-kesah/

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: