jump to navigation

Répondre avec un professeur de la manioc November 28, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Biotechnology.
Tags: , ,
trackback

23-25 November 2010 kemarin telah berlangsung The 3rd International Conference of Mathematics and Natural Sciences (ICMNS) di (mantan) kampus saya. Acara ini terdiri dari seminar oleh international guest speakers, oral presentation oleh peserta, dan poster oleh peserta. Topik penelitian yang disampaikan melalui seminar, presentasi, maupun poster sangatlah menarik, yang tentunya masih dalam lingkup matematika dan ilmu alam seperti fisika, kimia, farmasi, astronomi, biologi, dan lainnya. Peserta oral presentation dan posternya banyak sekali, dan hampir semuanya berkewarganegaraan Indonesia. Sedangkan profesor yang menyajikan seminar berasal dari berbagai belahan dunia, di antaranya Indonesia, USA, UK, Jepang, Belanda, Australia, dan Swiss.

Salah satu profesor yang diundang fakultas saya, SITH ITB, menjadi guest speaker adalah Prof. Dr. Hervé Vanderschuren, Cassava Group Leader dari Swiss Federal Institute of Technology, Zurich (ETH Zurich). Beliau diundang oleh supervisor S1 saya yang sama-sama meneliti mengenai cassava. Pada saat ICMNS 2010 ini, beliau tidak hanya presentasi di Aula, namun juga di fakultas kami. Yeah, u know, fakultas saya yang mayoritas mahasiswanya adalah cewek-cewek, sangat mengidolakan beliau yang rupawan, friendly, casual, and so young!
Beliau tidak nampak seperti seorang profesor, karena penampilannya yang sangat gaul juga senang bercanda.
Tapi saat beliau memulai presentasinya,, wuihh,, kagak ngarti dah! haha. It means beliau benar-benar profesor yang sudah sangat mendalami seluk-beluk mengenai cassava a.k.a singkong dengan penelitiannya yang sangat komprehensif, mulai dari identifikasi protein pada singkong yang jumlahnya lebih dari 8000 macam, membuat tanaman singkong transgenik yang resisten terhadap virus, meneliti promoter gen spesifik pada umbi singkong, dan maaasssiiihhh banyak lagi, baik dengan pendekatan secara molekuler maupun konvensional. Namun yang saya tangkap dari presentasinya, beliau fokus pada peningkatan produksi singkong di Afrika, karena tanaman singkong di sana produksinya lebih rendah dan lebih rentan dibanding tanaman singkong di Asia dengan perlakuan yang sama. (bersyukurlah kita yang tinggal di Asia, loh??)

Walaupun presentasinya di aula sama dengan yang disampaikannya di fakultas kami, menurut saya, topiknya tetap saja menarik (walau saya sempat tertidur beberapa detik :p). Entah karena topiknya sangat berkaitan dengan tugas akhir S1 saya, atau karena presenternya ya?? hihihi..
Tugas akhir S1 saya berkebalikan dengan salah satu penelitian beliau, dimana saya menganalisis promotor gen dari singkong yang ditransformasikan ke Arabidopsis, sedangkan beliau menganalisis promotor gen dari Arabidopsis yang ditransformasikan ke tanaman singkong.
That’s an interesting opposite work.😀

Prof. Vanderschuren berada di Bandung selama tiga hari saja. Namun, selama 3 hari ini, beliau telah banyak sharing ilmu dan problem solving pada kami di sini, terutama mengenai bioteknologi. Melihat usianya yang masih muda, 33 tahun, kami juga semakin termotivasi untuk dapat menghasilkan inovasi di bidang kami, apapun itu, tentunya untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dinikmati oleh semua kalangan di seluruh dunia.

Mudah-mudahan selama kunjungannya ke Bandung, beliau enjoy dan nyaman dengan kesejukan dan keramahan kota Bandung. Dan semoga setelah dari Bandung, beliau masih bisa menikmati “keindahan” Indonesia di Jakarta, karena masih ada undangan dari Universitas Atmajaya untuk beberapa hari ke depan (kalau gak salah 30 November 2010).
Kami tunggu kedatangan Anda lagi, Prof. Dan semoga kami di sini juga berkesempatan mengunjungi tempat Anda di Swiss. hehe *ngarep*
Yah,, moga-moga hubungan bilateral Indonesia-Swiss, khususnya ITB-ETH, dapat terus terjalin salah satunya dari penelitian kami semua yang saling berkaitan. hehe. Sip??

Although we just met for three days, hope we’ll keep in touch in our ways of research, so that we can colaborate someday to generate innovation for a better life.

==jika penasaran dengan profesor ini, silakan klik ini dan ini== :p

Acknowledgement:
Teh Ima Mulyama dan Pak Sony Suhandono

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: