jump to navigation

Strawberry milk pudding August 30, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Culinary.
Tags: , , , ,
12 comments

Aloha!
Saya baru saja melakukan suatu keajaiban…. yaituu….
Saya baru saja membuat puding, saudara-saudara!
Entah angin apa yang menoel saya untuk memasak. Tapi yaa,, beginilah kenyataannya.. hehe!

Puding yang baru saja saya buat berjudul “Puding Susu Stroberi” atau “Strawberry Milk Pudding”.
Saya berani membuatnya karena bahan-bahannya tidak terlalu banyak dan cara membuatnya pun cukup simpel.
Berikut ini adalah resepnya..

Bahan:
7 g bubuk agar putih
100 g gula pasir
400 ml air
200 ml susu tawar cair
3 sdm susu kental manis
¼ sdt garam halus
½ sdt pasta stroberi (saya menggantinya dengan 1 sdm selai stroberi)

Pelengkap Penyajian:
100 g (atau sesuai selera) stroberi, potong-potong

Cara Membuat:
1. Larutkan bubuk agar dengan air, gula pasir dan garam, aduk rata. Masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih.
2. Tuang susu tawar cair dan susu kental manis. Aduk rata, didihkan kembali. Angkat.
3. Bagi adonan menjadi dua bagian, tambahkan pasta stroberi pada salah satu bagian dan biarkan putih pada bagian lainnya.
4. Siapkan gelas saji atau cetakkan puding. Tuang adonan agar putih. Dinginkan hingga mengeras. Tuang adonan agar stroberi, bekukan kembali. Tutup atasnya dengan adonan putih hingga gelas atau cetakan puding penuh. Dinginkan.
5. Sajikan puding dengan dilengkapi potongan buah stroberi sebagai pelengkap penyajian.

Resep ini untuk membuat puding sebanyak 8 porsi

Tips: Buah stroberi bisa dicampurkan ke dalam adonan sebagai bahan isi puding (tetapi saya prefer menggunakan potongan stroberi untuk hiasan di atasnya :P). Basahi cetakan puding dengan air matang sebelum digunakan agar puding mudah dikeluarkan.

Daaann hasilnya adalah….

Tat taraaaa…..!!!

Juga ini….
Tring triingg….

Menggiurkan bukan? (awas kalo ada yang jawab bukan :P)

Saya sengaja membuat ini untuk tajil berbuka puasa, walaupun sebenarnya puding ini untuk dessert. Komposisi dari resepnya saya modifikasi sedikit. Ya berhubung saya malas mengukur volumenya atau menimbang berat bahannya. hehe
Saya membuat ini semua dalam waktu kurang dari 1 jam. Bisa dibilang cukup mudah dan cepat untuk level pemula (yang tidak bisa masak) seperti saya. 😀

Sekarang soal rasa,,,
Setelah adzan Maghrib berkumandang, saya segera menyantap hidangan yang saya buat ini.
Dan kesan pertama lidah saya… hmmm… waduh, saya tidak bisa menilai, wong ini bikinan saya sendiri. Ya kalau menurut saya sih enak-enak saja, walau agak terlalu manis.
Tapi pendapat saya diprotes oleh ibu saya. Beliau bilang kalau rasa pudingnya “PAS”!
Katanya malah tergolong tidak manis (untuk taste Indonesia), bahkan mirip dengan taste internasional.
Horeeeee!!!!!! (hidung terbang)
Alhamdulillah dibilang enak.. Saya akan mencoba belajar memasak yang lain kalau begitu.. ^_^

Selamat mencoba (resepnya)! 😀

Resep oleh Budi Sutomo, dari Yahoo News Indonesia.

Terimakasih resepnya, Oom Budi! 😀

Cimol, jajanan khas Priangan August 27, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Culinary.
Tags: , , , ,
1 comment so far

Apa yang tersirat dalam pikiran anda ketika mendengar kata “cimol”?
Cibadak Mall? Cimahi Mall?
bukan,, bukan itu maksud saya.. Maksud saya di sini adalah cimol jajanan khas Priangan..
Cimol adalah makanan yang berasal dari Tasikmalaya yang kemudian banyak dijual di daerah Bandung dan sekitarnya.
Konon, cimol ini merupakan singkatan dari “aci digemol” yang dalam Bahasa Sunda artinya adalah tepung kanji/aci yang dibentuk bulat seperti bola-bola kecil.
Rasa cimol mirip banget dengan cireng, kenyal-kenyal gimanaa gitu. Ya namanya juga aci digoreng (cireng), ya pasti sama rasanya dengan aci digemol (cimol) yang digoreng juga. hehe!
Bedanya cimol dengan cireng adalah penyajiannya. Topping pada cireng, yang biasanya dalam bentuk adonan basah berupa oncom, daging, baso, keju, dll, diisikan di dalam adonan tepung sebelum digoreng. Bahkan ada cireng yang polos begitu saja, yang biasa dijual di tukang gorengan bala-bala dll. Sedangkan cimol disajikan bersama topping yang berupa perasa bubuk, seperti bubuk rasa bawang, keju, pizza, barbeque, dll, dan tidak lupa ditambah cabai bubuk. Yummy!!

Cireng isi


Cimol

Pertama kali saya kenal cimol ini pada waktu saya SMA (lupa waktu kelas berapa). Dengan rasanya yang unik dan harganya yang murah, cimol ini laku keras di daerah sekolah saya. Dan pada saat booming, pedagang cimol tiba-tiba menjamur dimana-mana, di jalanan Bandung dan sekitarnya.
Pada awalnya cimol hanya disajikan dengan dua macam topping, yaitu bubuk rasa gurih (mungkin ini rasa bawang) dan cabai bubuk. Tetapi makin hari pedagang cimol semakin berinovasi dengan memodifikasi topping-nya. Kini, cimol bisa dinikmati dengan rasa barbeque, keju, pizza, bahkan balado. wow!
Yeaa, you know lah ya, gurihnya bubuk topping cimol itu bahan dasarnya apa… Tentu saja semua itu berbahan dasar MSG, vetsin, penyedap rasa, atau apa itu lah namanya, yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan kalau dimakan berlebihan. Jadi, kita juga harus hati-hati dalam mengonsumsinya, jangan sampai berlebihan, walaupun cimol ini memang bikin ketagihan dengan rasanya yang gurih enak itu (teman-teman saya sering menyebutnya “rasa bodo” => rasa gurih dari MSG yang bikin bodoh :P).
Tetapi lama-kelamaan pedagang yang jual cimol semakin berkurang, dan sekarang saya malah jarang menemukan pedagang cimol di Bandung (kalau dicari gak ada, kalau gak dicari malah nongol). Entah kenapa. Mungkin udah pada bosen kali ya? Atau udah pada sadar akan efek dari MSG? hehehe..

Sudah lama sekali saya tidak makan cimol. Hampir setahun mungkin. Padahal semenjak beberapa bulan lalu saya sudah ngidam makanan ini. Tapi ya itu, kalau sengaja dicari, malah gak nemu si emang tukang cimol!
Jadi ya sudah. Mungkin lebih baik makan makanan bergizi saja (ce ilee).

Nah, suatu hari (padahal baru tadi sore), saya nemu emang jualan cimol. Dimana coba? Di depan kompleks rumah saya! Yippie!
Awalnya saya ngeleos saja lewat, tapi hati tak kuasa menahan hasrat, akhirnya saya mundur lagi nyamperin gerobak si emang cimol (malu-maluin deh). Harganya masih sama, yaitu Rp1000-2000 seporsi, tergantung jumlahnya. Akhirnya saya membeli Rp2000. Walaupun hanya tersedia satu rasa, yaitu rasa bawang (gurih) bersama cabai bubuk, tetapi saya senang. Akhirnya saya makan cimol!
Sesampainya di rumah saya langsung berbuka puasa, daaan langsung dilanjutkan dengan makan cimol (saking tidak tahannya karena sudah hampir ngiler). Mudah-mudahan perut saya tidak kenapa-kenapa. 😀
Ahh, rasa kangen saya sama cimol akhirnya terobati. Saya puas makan sekitar 30 butir cimol beserta bumbunya. Nyam!
Mungkin setelah ini saya tidak akan makan cimol selama beberapa minggu ke depan, atau bahkan sampai setahun lagi?! Tapi siapa tau, kalau tergoda, yahh mau gimana lagi 😛
Cimol ini emang enak. Dan cuma ada di Bandung dan sekitarnya. Cocok banget buat “refreshing” lidah. hehe.
Tapi awas, makannya jangan kebanyakan ya! 😀

Sumber:
http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=10924
http://akupunmenulis.wordpress.com/2010/05/12/jajanan-serba-ci-khas-bandung/

Gambar:
http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/01/28/uniknya-jajanan-sunda-buhun-zaman-dulubag-i/
http://arifien.multiply.com/reviews/item/15

Fireflies August 26, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
3 comments

Long time no hear this song, though it’s my favorite song 😛
Glad to heard it again yesterday
I very like the lyrics and the video clip so much! *redundant*
And the melodies remind me to someone ups something actually 😀

This is the “Fireflies” by Owl City
Enjoy!

You would not believe your eyes
If ten million fireflies
Lit up the world as I fell asleep

‘Cause they’d fill the open air
And leave teardrops everywhere
You’d think me rude
But I would just stand and stare

I’d like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It’s hard to say that I’d rather stay
Awake when I’m asleep
‘Cause everything is never as it seems

‘Cause I’d get a thousand hugs
From ten thousand lightning bugs
As they tried to teach me how to dance

A foxtrot above my head
A sock hop beneath my bed
A disco ball is just hanging by a thread

I’d like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It’s hard to say that I’d rather stay
Awake when I’m asleep
‘Cause everything is never as it seems
When I fall asleep

Leave my door open just a crack
(Please take me away from here)
‘Cause I feel like such an insomniac
(Please take me away from here)
Why do I tire of counting sheep
(Please take me away from here)
When I’m far too tired to fall asleep

To ten million fireflies
I’m weird ’cause I hate goodbyes
I got misty eyes as they said farewell

But I’ll know where several are
If my dreams get real bizarre
‘Cause I saved a few and I keep them in a jar

I’d like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It’s hard to say that I’d rather stay
Awake when I’m asleep
‘Cause everything is never as it seems
When I fall asleep

I’d like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It’s hard to say that I’d rather stay
Awake when I’m asleep
‘Cause everything is never as it seems
When I fall asleep

I’d like to make myself believe
That planet earth turns slowly
It’s hard to say that I’d rather stay
Awake when I’m asleep
Because my dreams are bursting at the seams

God, I miss the cool, clean air, where the fireflies can fly happily

Lyrics source: www.elyrics.net/read/o/owl-city-lyrics/fireflies-lyrics.html

(Katanya) Ini adalah makanan yang bisa membuat kurus! August 23, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Healthy.
Tags: , , ,
13 comments

Lagi-lagi saya mengutip dari sebuah artikel dari Yahoo News sebelum saya membuka email,,

Kali ini judulnya adalah “10 Makanan Ini Tingkatkan Metabolisme Tubuh”

VIVAnews – Salah satu penyebab gagalnya program diet penurunan berat badan adalah proses metabolisme yang lambat. Di samping konsumsi makanan tertentu, berolahraga teratur juga perlu untuk menstimulasi metabolisme agar lemak tubuh terbakar dengan mudah.

Berikut daftar makanan sehat dan alami yang bermanfaat untuk merangsang metabolisme, sehingga berat badan menyusut lebih cepat.

1. Makanan pedas

Saus salsa, cabai, lada, atau makanan pedas lain akan membakar 20 persen lebih banyak lemak. Tambahkan makanan pelengkap tersebut ke dalam makanan Anda, tetapi jangan terlalu banyak karena bisa menimbulkan gangguan perut.

2. Buah berry

Buah berry adalah sumber penting zat antioksidan tanpa kalori. Rasa manis dalam buah ini akan memuaskan kebutuhan Anda akan rasa manis, sekaligus membantu Anda menurunkan berat badan.

3. Ikan

Ikan, terutama ikan salmon, mengandung asam lemak Omega 3. Ikan akan memperlancar metabolisme dan membakar lebih banyak lemak, sehingga metabolisme akan lebih aktif dan kulit tampak lebih segar.

4. Seledri

Seledri merupakan sayuran tanpa kalori yang membantu Anda menurunkan berat badan lebih cepat, mudah, dan lebih baik. Bentuk apapun dari akar atau batang seledri, baik disantap mentah atau sebagai campuran salad dan sup akan membuat Anda terkejut saat menimbang badan.

5. Jeruk lemon

Pada pagi hari, satu sendok teh perasan lemon segar dicampur ke dalam satu gelas air akan meredam rasa lapar. Campuran air dan lemon ini juga akan memberikan energi bagi tubuh dan membantu membakar lemak. Jangan tambahkan gula, bila dirasa terlalu asam, tambahkan saja madu.

6. Air dingin

Makin dingin, makin baik. Air putih sangat ideal untuk memperhalus fungsi-fungsi tubuh, bermanfaat saat kulit mengalami dehidrasi, dan berperan dalam regenerasi sel serta menghilangkan racun. Air dingin akan memperlancar metabolisme hingga 30 persen dan lemak akan terbakar dengan mudah. Pilih air putih dengan es batu. Temperatur ideal adalah 5 hingga 8 derajat Celcius.

7. Gandum

Gandum secara bertahap mengeluarkan glukosa ke dalam aliran darah dan proses metabolisme tubuh akan lebih mudah memproduksi gula dan lemak. Usahakan mengonsumsi satu mangkuk penuh gandum (oat) plus buah berry pada pagi hari. Anda akan puas dengan hasilnya.

8. Kubis dan sayuran sejenisnya

Kubis dan makanan ‘satu kerabat’, seperti brokoli dan bunga kol akan mempengaruhi proses metabolisme dan membakar lebih banyak kalori dibanding kondisi biasa. Sayur-sayuran tersebut juga kaya vitamin dan mineral penting yang diperlukan saat menjalani diet.

9. Satu mangkuk sup per hari

Sebuah studi belakangan ini menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi satu mangkuk sup sebelum menyantap makanan utama (makan siang atau makan malam) menurunkan berat badan lebih mudah dibanding mereka yang sama sekali tidak mengonsumsi sup. Pilih sup sayuran seperti kubis, bunga kol, atau kubis.

10. Satu apel sehari

Satu buah apel atau lebih dalam satu hari akan membantu menekan rasa lapar lebih lama. Manfaat lain, tubuh akan membakar lebih banyak kalori dan mempermudah penyusutan berat badan.

Tapi kalau menurut saya sih hasilnya akan berbeda untuk setiap orang.

Saya jadi ingat, pernyataan dari artikel ini bertolak belakang dengan penjelasan dari salah satu dosen saya sewaktu kuliah. Beliau mengatakan bahwa “jika anda ingin GEMUK, banyak-banyaklah minum air putih, karena itu akan membuat metabolisme menjadi LANCAR”.
Hummm,, jd sebenarnya yang benar yang mana ya??
Bagaimana kalau dicoba saja…
Nanti tinggal sharing apakah diet dengan cara memakan 10 jenis makanan ini akan membuat kurus? atau malah membuat gemuk? hihihihi…
Selamat mencoba! 😀

Sumber:
http://id.news.yahoo.com/viva/20100823/tls-10-makanan-ini-tingkatkan-metabolism-34dae5e.html

By the way, saya dapat artikel aslinya lhoo 😀
http://www.methodsofhealing.com/10-foods-that-stimulate-your-metabolism/

Berbuka puasa dengan es teh?? August 23, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Healthy.
Tags: , ,
4 comments

Dikutip dari Yahoo News Indonesia:

VIVAnews – Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, “Apapun makanannya, minumnya tetap es teh.”

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. “Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,” kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. “Lemon kaya kandungan sitrat, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal,” kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

Sumber:
http://id.news.yahoo.com/viva/20100823/tls-bahaya-es-teh-bagi-ginjal-34dae5e.html
http://thelightnc.com/health/mwade/ice-tea-linked-to-kidney-stones/

Nampaknya kita harus mencari alternatif minuman (sehat) lain ya untuk berbuka puasa dan teman makan 😉

Goodbye, Grandma… August 23, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Values in life.
add a comment

Thank you, Grandma..

For accompanying my mother, when i would be born

For your patience, to taking care of me when my parents entrusted me to you

For your advices, that conducted me to became a stronger person

For your prayers, so I could be like this right now

Thank you for everything..

Our prayers will always be with you.

“Allahummaghfiralahaa warhamha wa’afihi wa’fuanha”

My handsome grandpa, beautiful grandma, cute mom and uncles 🙂

Mentega vs Margarin August 22, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Healthy.
Tags: , , , ,
add a comment

Apakah mentega dengan margarin sama sehatnya? Atau sama gak sehatnya? 😀

Mari kita baca kutipan dari Yahoo News:

Selama ini mungkin Anda berpikir bahwa mentega dan margarin sama. Keduanya memang sumber lemak. Hanya, kandungan jenis lemaknya berbeda. Mengetahui perbedaannya penting demi pilihan makanan sehat untuk keluarga.

Menurut tim peneliti Harvard University, Amerika Serikat, margarin dan mentega adalah sumber lemak berkalori sama. Namun, mentega dianggap lebih baik karena mengandung lemak alami yang penting untuk kekuatan tulang. Mentega juga mengandung nutrisi lain untuk kesehatan tubuh.

Sedangkan margarin mengandung lemak jenuh yang dihasilkan ketika hidrogen dipanaskan sehingga minyak sayur mengeras. Suhu tinggi dalam proses produksi margarin ini berpotensi menghancurkan vitamin E dan nutrisi lainnya.

Margarin juga menggunakan zat pengeras dalam produksinya, semacam nikel dan cadmium. Nikel adalah logam beracun. Paparan nikel berlebih di dalam tubuh berisiko menyebabkan masalah pada paru-paru dan ginjal. Sedangkan cadmium merupakan zat beracun dari logam berat yang dapat menyebabkan penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi.

Selama ini, margarin sering diklaim sebagai lemak tak jenuh ganda mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 yang tak dihasilkan tubuh. Margarin juga dikata dapat membantu menekan kolesterol dalam darah dan melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular. Benarkah?

Tim peneliti Harvard University mengungkap, margarin justru mengandung asam lemak yang dapat meningkatkan risiko inflamasi, meningkatkan risiko serangan jantung, dan mengurangi harapan hidup. Konsumsi margarin secara berlebihan juga bisa memicu penyakit seperti colitis and arthritis.

BENARKAH?

Mentega berasal dari lemak hewan, mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Lemak jenuh dapat meningkatkan LDL (low density lipoprotein) kolesterol (kolesterol “jahat) yang berperan dalam peningkatan level kolesterol dalam darah.
Sedangkan margarin berasal dari lemak nabati, namun mengandung lemak trans, yang dihasilkan akibat proses hidrogenasi (pemanasan dengan hidrogen pada suhu tinggi untuk membekukan minyak sayur).
Seperti halnya lemak jenuh, lemak trans meningkatkan kolesterol LDL (kolesterol “jahat”) dan menurunkan kolesterol HDL (high density lipoprotein / kolesterol “baik”).

Akhir-akhir ini, industri makanan di dunia mulai mengembangkan teknologi untuk pembuatan margarin tanpa proses hidrogenasi, untuk menghindari bahaya lemak trans. Margarin yang dihasilkan tanpa proses hidrogenasi ini lebih lunak teksturnya ketimbang margarin yang diproduksi melalui proses hidrogenasi. Margarin non-hidrogenasi tentunya tidak mengandung lemak trans, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. Sebagai pengganti dari hidrogenasi minyak sayur, industri makanan kini menambahkan sedikit minyak selapa sawit, yang menghasilkan margarin dengan tekstur lembut dan bebas lemak trans.

Di Indonesia, beberapa industri sudah mulai menghindari proses hidrogenasi parsial yang dapat memunculkan lemak trans. Salah satu caranya, pengolahan minyak goreng dari kelapa sawit (palm oil) atau minyak kelapa (coconut oil) dilakukan dengan cara difraksinasi (dipecahkan atau diturunkan) dengan suhu maupun penyaringan, sehingga dihasilkan produk-produk bebas lemak trans.

Catatan: mentega juga mengandung lemak trans, tetapi lemak trans yang ‘baik’.

Oleh karena itu, kita tetap harus menjaga jumlah konsumsi mentega dan margarin, agar kolesterol tidak terakumulasi dalam tubuh dalam jumlah yang banyak.

Untuk info lebih lengkap, bisa diklik di sini:
http://www.healthcastle.com/butter-or-margarine.shtml
http://www.resep.web.id/kesehatan/waspadai-lemak-trans.htm

Various Motifs of Batik August 19, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Entertainment.
Tags: , ,
1 comment so far

This is the second sequel of my posts about batik. So, let’s continue learning about motifs of batik.

The Other Motifs of Batik

Generally, batik can be classified into Batik Keraton Jawa and Batik Pesisir. (http://tutinonka.wordpress.com/2009/08/29/meniko-batik-mas-mbakyu/)
Solo (Surakarta) and Yogyakarta batik are the Batik Keraton Jawa, but both have differences.
Yogya batik has white background color with dark brown pattern. And Solo batik is dominant with yellowish brown color. These motif characters are related to the different political attitudes of Keraton Yogyakarta and Solo. Keraton Yogya is anti-colonial, while Keraton Solo is pro-colonial.
Close relationship between Keraton Solo with the Netherlanders affected their batik motifs to be more flexible, more variable, and colorful. While Keraton Yogya, which against the Netherlanders, the batik motifs are firm, adhere to the pattern, and ‘uncompromising’.

Pesisir” (Coastal) Batik has a character which very different from the Keraton Jawa batik. This Coastal community (Cirebon, Semarang, Pekalongan, Lasem, Kudus, Indramayu, Banyumas, Tuban, etc.) is a port city that many people interact with foreign nations. Batik from this region is heavily influenced by the sari cloth, which was brought by traders from India. The styles of Dutch and China women were also impact on batik motifs, which are flowers bouquet and colorful style. Cirebon and Semarang batik often display unique pictures of people, animals, boats, houses, and other forms like caricature.

Cirebon Batik. Jayasena (left), the most popular Mega Mendung (center) , and Singa Wadas (right)


Semarang Batik. It generally has reddish orange base color with a more prominent motifs of fauna than flora.


Lasem Batik (Sarung Kelengan)

Pekalongan batik is the most popular and colorful coastal batik, which is more influenced by Dutch and China immigrant descents than other coastal batik. Although the patterns are sometimes similar to Solo or Yogya batik, Pekalongan batik is heavily modified with the dynamic colors. The most popular batik motif from Pekalongan is Jlamprang motif. The uniqueness of Pekalongan batik is the makers always up to date with the times. For example, when the Japanese colonial era, they made batik named ‘Batik Jawa Hokokai’, which the patterns and colors were similar to the Japanese kimono. In 1960s, there was batik with name ‘Tritura’. Furthermore, after SBY has been elected as president in 2005, they also released batik with ‘SBY’ motif that similar to songket. (http://www.huzabatik.com/?load=batik_pekalongan)

Pekalongan Batik (Java Hokokai)

Indramayu batik or Dermayon batik also belonging to the group of coastal batik. Therefore, many plant and animal images with the marine environment using tapered lines (ririan). The background color faded from the overall colors and the main patterns use dull colors. The composition of the motifs is very dynamic, asymmetric and rhythmically inclined.

Indramayu or Dermayon Batik (Merak Kawung Motif)

Batik from Kudus. Buketan on Parang background (left), Peksi on Parang background (right)

Banyumas Batik. Orchid Motif (left) and Gedheg Motif (right)


Batik from Tuban (Gedog Tuban Batik), with ‘putihan’ color pattern (white base with dark blue or black decoration)

The motifs of Tulungagung batik are similar to Solo batik, but the colors are brighter.

Baronggung Batik from Tulungagung. Satria Manah (left) and Semen Romo Wahyu Tumurun (right).

Kebumen Batik (Gelebagan Motif)

Garut batik was influenced by Tasikmalaya, Ciamis, and Coastal batik, but it has more simple motifs. Generally, this batik use ivory and ‘sogan’ color base with dark blue, green, red, and purple for the patterns.
While Ciamis and Tasikmalaya batik were influenced by Banyumas and Keraton Jawa batik. The patterns modified from parang motif with reddish ‘sogan’ and black color on reddish light yellow background, called Sarian batik.

Garut Batik


Ciamis Batik


Tasikmalaya Batik

Madura Batik has uniqueness in colors and patterns, although the motifs is not as smooth as the Coastal or Keraton Jawa batik. Its colors give the impression of ‘exotic’.

Madura Batik. Tanjung Bumi (left) and Pamekasan (right).

Sidoarjo batik shows the influence of Madura. This batik characteristics are firm, clear, and, stained with a striking expression of black, brown, and red.

Sidoarjo Batik

On the island of Sumatera, we found batik in South Sumatra which the character is almost similar to the Coastal batik, brightly colored. ‘Jumputan’ motif (tie motif) also found in Palembang. Some of Palembang batik are decorated with gold yellow prada. Pradas at Palembang batik are thick and raised above the fabric, unlike the Keraton Jawa batik which are thin and soaked into the fabric.

Palembang Batik

Batik is also found in other areas of Sumatera, such as Riau, Lampung, Jambi, Bengkulu, and Minangkabau.

Batik from Riau, made by 'colet' method, with less “cecek” (small dots that fill a plane). The colors were bright, as colors of songket.


Batik from Lampung


Basurek Batik from Jambi (left) and Bengkulu (right)


Minangkabau Batik (Batik Tanah Liek)

South Borneo also has batik, Sasirangan batik, which made by tie process (‘jumputan’). Cloth was tied up to follow certain motifs, and then soaked in dye. The parts were tied would leave a different color from the dye. Sasirangan batik generally has a pattern “Salur” or longitudinal stripes, but not significantly showing floral motifs as Riau batik.

Sasirangan Batik from South Borneo

Besides in areas I’ve mentioned, batik is also found in Bali and Papua.

Bali Batik


Batik from Papua (Asmat Batik)

Actually there is still a lot various of batik which I haven’t mentioned. If anyone knew of any other motif, you can share here.
You can see exactly that how rich the Indonesian cultures are, though it’s just from batik.
As Indonesian citizens, we have to preserve the cultural heritage of batik. And don’t forget to learn our other cultures and introduce more widely around the world.
To my friends around the world, thank you for reading this post, and hope you are curious to find the other unique cultures from Indonesia!

Regards
🙂

Taken from a lot of sources

I’m an Indonesian, and I do love Batik! August 17, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Entertainment.
Tags: , , ,
11 comments

Today is the 65th anniversary of independence day of my country, Indonesia. I don’t know, but I want to review about one of Indonesia’s treasures, batik.
Batik is one of the cultural heritage of Indonesia. Batik has become an identity for our nation, and most parts of the world already know it. So, I wrote this post with English that can be read by people around the world. But I’m sorry if my English is not good. Hehe 😀 I hope you all understand what I mean.

Last year, Batik had been claimed by our neighbor who also claimed our other cultures, Angklung and Pendet dance (I’m sure you know exactly what country it is, the initial is “M”). Though, batik was directly inherited by our ancestors, which became a tradition from age to age.

Since UNESCO declared batik is the world heritage from Indonesia on October 2, 2009, we feel relieved that our culture has “patented” to be a world cultural heritage, and the entire world admitted it. Then, batik became more frequently used in our country, not only on special occasions, but also on ordinary days, especially on Friday, by domesticians even foreigners.

I love to wear batik, because I’m proud to be an Indonesian, moreover a Javanese descent (Batik is originated from Java). But for me, batik still has a sacred meaning, so I wouldn’t wear it everyday. I felt less confident if I only wear batik with certain motifs without knowing their meanings. So, I want to learn as well as sharing about batik motifs.

By definition, the word “batik” is derived from two words of Javanese language, “amba” (to write) and “tik” (dot), which means writing the fabric with the dots to create motives which consists of dots and lines. It is small, soft, and smooth work-related that contain elements of aesthetics.

Batik is not just painting inscribed on a fabric using canting (a tool containing wax for making batik). Many tracks can be extracted from a piece of batik, because motifs inscribed on a piece of batik always has a hidden meaning. Some batik motifs, for example, are purposed to indicate the status of its user deliberately. Even today, some classic traditional batik motifs should only be used by the family of kingdom (Keraton Yogyakarta and Surakarta).

Javanese Philosophy

Each motif in a classic traditional batik has always had its own philosophy. Especially in Central Java, particularly in Solo (Surakarta) and Yogyakarta, each motif of batik has a meaning. This relates to the meaning or philosophical significance in Hindu-Javanese culture. There are certain motifs that are considered as something sacred and can only be used on special occasion or event.
Birth events, for example, the baby’s should be underlined by grandmother’s old batik cloth or kopohan which means wet. It hopes that the baby would have a long life as the grandmother’s.
For the wedding, the bride wear batik with the motif begin with Sida, such as Sida Mulya, Sida Luhur, Sida Asih, and Sida Mukti.

Sida Mukti Motif

Sida Mukti motif is usually worn by the bride and groom at a wedding, also called sawitan (pair). There is also a motif that is not sawitan kembar, but usually used by the couple, motifs of Ratu Ratih paired with Semen Rama, which symbolizes the loyalty of a wife to her husband. But if there is no Sida motif, the bride can also wear Truntum motif, Wahyu Tumurun, Semen Gurdha, Semen Rama, and Semen Jlekithet. Each contains the intention that the bride and groom get happiness, prosperity, and become a respectable person. But the bride and groom are restricted to wear Parang Rusak motif, because the household will be destroyed.

While the marriage ceremony, the bride’s parents would wear the Truntum motif, which has meaning to guide the bride and groom entered the new intricacies of married life. This motif also known as Sida Wirasat, that means advice. There is always some combination of truntum in this motif. Wirasat motif represents the development of Sida Mulya motif, which the contents consist of various batik motifs, including Cakar, Truntum, Sida Luhur, and Sida Mulya motifs. This motif has meanings that all the petition is granted, to reach high position, fullfilled all the needs, also requests guidance from God for given a bright way from darkness.

Sida Wirasat Motif

Motifs of Batik

In general, motif of batik consists of two types, geometric and nongeometric motifs. Geometric designs are shaped with stripes motif, for example batik kawung, parang, and panji. The geometric symbolize the bureaucracy in government, from the king to the people, or “manunggaling kawula gusti.” While nongeometris not designed with the stripes.

Motifs of batik originated from Keraton (Javanese Kingdom) can be classified into ten groups, Lereng, Semen, Parang, Truntum, Kawung, Gringsing, Ceplok, Nitik, Pinggiran, and Terang Bulan. (http://anhe51.wordpress.com/2009/10/01/batik-motifs)

Lereng Motif

Lereng Motifs


‘Lereng’ (literally means ‘Cliff’) history began at the escape of royal family from Surakarta, they had to hide in the mountains area for their safety, and the Sultan look at the cliff, which became the inspiration to make Lereng motif.
Fundamentally, the design of Lereng is the same with Parang, some says that Yogyanese called it parang and Surakartanese called it Lereng. It’s one of Motif Larangan (Prohibited Motifs) that only royal families could wear. But nowadays, some of Lereng/Parang motif, could be wear by people outside the Keraton, except for some sacred motifs.

Semen Motif

Semen Motif


‘Semen’ word originated from ‘Semi’ that literally means bloom, the motif. It is a pictorial batik of animals, plants, and other living creatures, which symbolize something that grows which reflects prosperity and and fertility. The history is originated from Hindu mythology, that tells the story of Sri Rama giving the advice to his son, Gunawan Wibisana, when Wibisana was about to be crowned as the king. The advice is known as Hasta Brata (Eight Bratas) that a leader should have.
1. Indrabrata
Means a dedication to give the prosperity and protect the earth, symbolized by plants.
2. Yamabrata
Means fair and honest to the others, symbolized by mountains or cloud that reflects a high position
3. Suyabrata
Means courage not half hearted, symbolized by Garuda
4. Sasibrata
Means give the light and cheer to whom that feel sad, symbolized by animals
5. Bayubrata
Means the high position that doesn’t expose its authority, symbolized by bird
6. Danababrata/Kuwerabrata
Means give respect or appreciation to the people, symbolized by relic
7. Barunabrata/Pasabrata
Means a forgiving, symbolized by dragon or something related with water
8. Agnibrata
Means a power to fight against evil and protect the weak, symbolized by fire or flame
These symbols are base for the pattern of Semen motif. Who wear batik with this motif hope that they can always communicated with God and all the necessities of life will be fulfilled.

Parang Motif

Parang Motif


‘Parang’ literally means sword or knife, this motif reflects alertness, guard and sharp. By wearing Parang motif, the person could be alert, have a sharp think, and gifted with glory. The bigger Parang means bigger authority, this motif is one of Motif Larangan (Prohibited Motifs) that only royal families could wear. The King, as the highest authority in the kingdom wears the biggest parang motif. Parang design is usually alternated with narrower bands in a darker contrasting color in which another motif called ‘Mlinjon’ is located which differentiated Parang from Kawung Motif.

Truntum Motif

Truntum Motif


There’s some versions that the word ‘truntum’ originated from. First, it derives from ‘tumaruntum’, which means guiding or often is connected to ‘tentrem’, literally means peaceful. Second, it derives from word ‘tuntun’ literlally meaning guidance. Truntum motif is worn by the parents in their children’s wedding, it’s a symbol that parents can guide or give model to their children to accomplish their own peace in time of entering family life.
It was believed that this motif was created by Ratu Beruk, the consort of Sunan Pakubuwono II (King of Surakarta, 1749 – 1788). She was upset because her husband ignored her. For a long time, her husband did not visit the queen. To spent the time and eliminated the sadness, she started making batik. Unconsciously, the queen made the stars-shaped motif in a dark sky, which has been accompanied her in solitude.
Every second she spent her time attaching chanting to batik wax. One day Sunan was home from hunting, coming to her dwelling. He found the queen diligently making batik, drawing animals. Seeing the king arrived, Ratu Beruk’s love sprouted again. The king then was very patient accompanying her making batik.

Gringsing Motif

Gringsing Motif


‘Gringsing’ word originated from words ‘Gering’ that means sick and ‘Sing’ that means not. So Gringsing means not sick or against illness. This motif believed to be able to cure the illness. This is one of ancient motif inspired by Patola clothes that originated from India. The motif resembling the snake skin and generally used in backgrounds.

Kawung Motif

Kawung Motif


Some said that Kawung is a kind of palm tree having ellipse-shaped fruit, with color of white called “Kolang-Kaling”. Others say that kawung comes from a name of insect ‘Kwangwung’. It believed that this motif created by Sultan Agung of Mataram.
The ornaments consist of four symmetric circles surrounding a little circle in the middle that symbolizes ‘Kiblat Papat-Kelimo Pancer‘ (four sources of energy that surrounding the centre of power, God that rules every direction). East is a direction of sunrise, the symbol of life source. North is a direction of mountain, symbol of gods’ dwelling, place of spirit/death. West is a direction of sunset, the coming of luck. South is a direction of zenith, peak of everything.
This motif brings hope that the user is given strength to rule well and have a meaningful life, like the palm tree that useful for everyone from the root to leaf.

Ceplok Motif

Ceplok Motif


‘Ceplok’ originated from ‘Seceplok’ that means ‘A Bud’. This motif is a modification from Kawung Motif, with ‘Kiblat Papat-Kelimo Pancer’. Although fundamentally geometric, ceplok can also represent abstractions and stylization of flowers, buds, seeds, and even animals. It’s an ancient motif that can be found at the Hindu Temple. Variations in color intensity can create illusions of depth and the overall effect is not unlike medallion patterns seen on turkish tribal rugs. But in Moslem’s rule forbids the portrayal of animal and human forms in a realistic manner. To get around this prohibition, the batik worker does not attempt to express this matter in a realistic form. A single element of the form is chosen and then that element is repeated again and again in the pattern.

Nitik Motif

Nitik Motif


This motif is believed to be influenced by Indian cloth named ‘Patola’, that brought to Indonesia by Indian trader. This motive was developed from coast cities in the north of Java, like Cirebon and Pekalongan before it arrived in Keraton. The pattern consist of square and rectangle form and dots as ornaments. There’s a differences in the color used in every place, in Pekalongan the dominant colors are red, green, blue and yellow as the consumer of this cloth are from India and China. Jogja’s Nitik are using indigo, brown and white color.

Pinggiran Motif

Pinggiran Motif


‘Pinggiran’ literally means ‘Edge’. This is actually a motif located at the edge of the batik cloth.

Terang Bulan Motif

Terang Bulan Motif


‘Terang Bulan’ literally means ‘Moonshine’, basically it’s a motif consist of triangle pattern ascending vertically in a simple backgrounds. The ornaments are only in the bottom part of batik.

Taken from many sources.

To be continued…. 🙂

Awas, bijinya tumbuh! August 15, 2010

Posted by chika-chika kelap-kelip in Biotechnology, Healthy.
Tags: , ,
3 comments

Sebagai anak yang perutnya bisa dibilang rentan, dari kecil sampai sekarang saya harus menjaga segala sesuatu yang saya makan agar tidak jatuh sakit.
Dari kecil, saya dibiasakan untuk menghindari makan cabai atau makan makanan pedas yang berlebihan.
Salah satu cara orangtua saya saat saya masih kanak-kanak agar saya tidak kebablasan makan cabai atau makanan pedas adalah dengan men-“doktrin” saya dengan pernyataan aneh,
“Cabenya jangan dimakan yaa,, awas lhoo nanti bijinya tumbuh di dalem perut kamu jadi pohon cabe..”
Dalam hati saya, “haah,, emang bisa ya??”
Dasar anak kecil polos, saya percaya saja.. Jadi saya tidak makan cabai, tomat, atau yang lainnya bersama dengan bijinya.

Dan baru saja saya menemukan artikel dari kompas.com yang membuat saya mengingat lagi masa-masa itu.

Berikut kutipan artikelnya.

Seorang pria asal Masschusetts, Amerika Serikat, dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan sakit di paru-parunya. Yang mengejutkan, dokter mendiagnosa ada tanaman kacang polong tumbuh dalam paru-parunya.

Sudah beberapa bulan ini Ron Sveden, pria tersebut memang menderita pembengkakan di paru-paru dan terus memburuk hingga ia harus dibawa ke unit gawat darurat. Sveden mengatakan sejak awal ia sudah siap menerima kenyataan jika dokter ternyata mendiagnosa ia terkena kanker paru.

Namun hasil pemeriksaan dengan X-ray menunjukkan ada sesuatu yang tumbuh di parunya. Dokter menduga Sveden mungkin pernah makan kacang polong dan masuk ke saluran yang salah hingga si kacang itu bertunas di tempat yang tidak semestinya.

Ia kini memang telah dioperasi untuk mengambil kacang polong itu. Menurut dokter, tunas kacang itu sudah mencapai 1,25 cm panjangnya. “Saya tidak tahu mengapa bisa ada kacang tumbuh di paru-paru. Mungkin Tuhan sedang menunjukkan humornya pada saya,” kata pria yang bersyukur ia ternyata tidak menderita kanker ini.

Wow, ternyata benar dong biji itu bisa tumbuh di dalam tubuh (walaupun bukan di perut sih). Saya jadi mikir campur geli ketika membaca artikel ini. Kok bisa ya biji kacang polong tumbuh di kondisi dalam tubuh?
Subhanallah. Sungguh Allah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya..

Sumber:
http://health.kompas.com/index.php/read/2010/08/14/1212090/Wow..Kacang.Polong.Tumbuh.dalam.Paru-12